Akurat Logo

Bahlil Ungkap Minyak Mentah Rusia Segera Dikirim ke Indonesia

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 11 Mei 2026, 16:04 WIB
Bahlil Ungkap Minyak Mentah Rusia Segera Dikirim ke Indonesia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kelanjutan rencana impor minyak mentah (crude) dari Rusia.

Bahlil menyampaikan, rencana impor crude sudah selesai dan kontrak terkait impor juga sudah rampung.

Saat ini, kata Bahlil, sedang membahas terkait tekni pengiriman. Dirinya menargetkan satu atau dua minggu lagi, minyak tersebut sudah mulai berlayar ke Tanah Air.

Baca Juga: Pastikan Rencana Impor Minyak Rusia Lanjut di Tengah Serangan Ukraina, Wamen ESDM: Masih Dalam Proses

“Secara deal sudah. Kontrak sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa (dikirim),” kata Bahlil di Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).

Diberitakan sebelumnya, Indonesia melalui langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto mengamankan kerja sama strategis dengan Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya melalui pasokan minyak mentah (crude) dan pembangunan infrastruktur energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan hal tersebut usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026), guna menindaklanjuti hasil kunjungan kerja pemerintah ke Rusia.

“Alhamdulillah cukup menggembirakan. Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan mereka juga siap membangun sejumlah infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari kemitraan jangka panjang di sektor energi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan minyak nasional yang masih bergantung pada impor.

Saat ini, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik (lifting) baru berada di kisaran 600–610 ribu barel per hari.

“Kita masih impor sekitar 1 juta barel per hari. Di tengah kondisi global seperti sekarang, kita harus mencari sumber pasokan dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada satu pihak,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.