Stok CBP Tembus 5,3 Juta Ton, Amran: Dulu Tertinggi 2,6 Juta Ton Tahun 1984 Dapat Penghargaan FAO

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5,3 juta ton atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Angka tersebut bahkan diproyeksikan kembali meningkat hingga 5,5 juta ton pada akhir Mei 2026.
“Hari ini kita mencapai stok tertinggi dalam sejarah, yaitu 5,3 juta ton. Mudah-mudahan akhir bulan bisa mencapai 5,5 juta ton. Ini tertinggi sejak republik ini merdeka,” ujar Amran saat kunjungan di Gudang Sewa Bulog Romokalisari yang dipantau secara daring, Rabu (13/5/2026).
Capaian stok itu menjadi sorotan karena melampaui rekor era swasembada pangan 1984 saat Indonesia memperoleh penghargaan dari Food and Agriculture Organization atau FAO. Pada periode tersebut, stok beras nasional tercatat berada di kisaran 2,6 juta ton.
Baca Juga: Gandeng Babinsa, Mentan Bidik Stok Beras 5,5 Juta Ton di Mei 2026
“Kalau dulu tertinggi 2,6 juta ton saat Indonesia mendapat penghargaan FAO tahun 1984, sekarang kita mencapai 5,3 juta ton,” ujar Amran.
Selain mencatatkan rekor stok, Kementerian Pertanian juga mengklaim terjadi peningkatan pada sejumlah indikator pangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) disebut menjadi yang tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sementara pertumbuhan sektor pertanian melonjak dari 0,67% menjadi 5,7%.
Menurut Amran, penguatan stok beras dan kenaikan produksi terjadi di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap program swasembada pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini bukan asumsi, tapi berdasarkan data. Produksi nasional juga diakui lembaga internasional seperti FAO dan lembaga dari Amerika Serikat,” katanya.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 34 juta hingga 36 juta ton. Proyeksi tersebut disebut berasal dari kombinasi data lembaga nasional dan internasional.
Kondisi ini berbeda dibandingkan beberapa tahun terakhir ketika Indonesia sempat menghadapi tekanan pasokan akibat fenomena El Niño yang memicu penurunan produksi pangan dan kenaikan harga beras di berbagai daerah sepanjang 2023 hingga awal 2024.
Kini, peningkatan stok dinilai memberi ruang lebih besar bagi pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat cadangan strategis nasional. Cadangan beras pemerintah selama ini digunakan untuk operasi pasar, bantuan pangan, hingga intervensi saat terjadi lonjakan harga.
Kenaikan stok juga dinilai penting bagi pasar karena terjadi saat sejumlah negara masih menghadapi ketidakpastian pangan global akibat perubahan iklim, gangguan rantai pasok, hingga tensi geopolitik dunia.
Tak hanya menyoroti beras, Amran juga menyebut kondisi pupuk nasional berada dalam posisi surplus. Ia mengatakan Indonesia mulai melakukan ekspor pupuk ke sejumlah negara.
“Pupuk kita bukan hanya cukup, tapi surplus. Bahkan kita sudah mulai ekspor,” ujarnya.
Menurut Amran, pemerintah Australia disebut sempat menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas bantuan pupuk dari Indonesia. Selain itu, India juga disebut meminta pasokan pupuk hingga 500 ribu ton.
Di sektor energi, Amran memastikan subsidi pemerintah, termasuk LPG, masih dalam kondisi terkendali meski distribusi di wilayah kepulauan tetap menjadi tantangan.
“Kita bersyukur subsidi tidak naik. Memang ada beberapa wilayah yang terkendala distribusi karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









