Akurat Logo

Dirjen Minerba Sebut CNG Belum Gantikan LPG Secara Masif

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 13 Mei 2026, 18:46 WIB
Dirjen Minerba Sebut CNG Belum Gantikan LPG Secara Masif
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah tangga dilakukan sebagai alternatif bertahap pengganti LPG 3 kilogram.

Menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode, penggunaan CNG tidak akan langsung menggantikan LPG secara masif, melainkan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah proyek percontohan atau pilot project yang mulai dijalankan tahun ini.

“Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama ya. Cuman kalau kita bilang pengganti itu masif sama besar, kalau alternatif kita ada tahapan-tahapannya. Yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya,” kata Laode di Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Impor LPG Tembus 81 Persen, BPH Migas Pacu Pengembangan CNG Rumah Tangga

Laode optimistis pasokan gas domestik mampu mendukung pengembangan CNG sebagai substitusi LPG di masa depan. Hal tersebut ditopang oleh berbagai temuan cadangan gas baru dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, Laode menilai wacana penghentian impor LPG masih terlalu dini untuk dibahas lantaran program pengembangan CNG baru memasuki tahap awal. “Itu masih terlalu jauh ya. Karena kita juga baru mau mulai, baru mau pilot project. Jadi itu semua tahapan-tahapan itu membutuhkan waktu,” ujarnya.

Laode memastikan pemerintah menargetkan sejumlah pilot project CNG mulai berjalan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG. “Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project. Tahun ini sudah ada,” tutur Laode.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), salah satunya dalam bentuk tabung 3 Kg.

Bahlil menjelaskan bahwa CNG pada dasarnya merupakan gas seperti LPG, namun memiliki karakteristik berbeda dan saat ini sudah mulai digunakan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, serta beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kemudian munculah ide untuk kita bikin CNG, CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG,” kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa dikutip, Minggu (3/5/2026).

Lebih lanjut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengembangan CNG untuk segmen lainnya, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. “Tetapi untuk yang 3 kilogramnya Ini baru mau dibuat dan ini costnya lebih murah 30-40 persen,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.