Dirjen Minerba Sebut CNG Belum Gantikan LPG Secara Masif

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) untuk rumah tangga dilakukan sebagai alternatif bertahap pengganti LPG 3 kilogram.
Menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode, penggunaan CNG tidak akan langsung menggantikan LPG secara masif, melainkan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah proyek percontohan atau pilot project yang mulai dijalankan tahun ini.
“Sebenarnya alternatif dan pengganti kan artinya sama ya. Cuman kalau kita bilang pengganti itu masif sama besar, kalau alternatif kita ada tahapan-tahapannya. Yang benar itu kita ada tahapan-tahapannya,” kata Laode di Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Impor LPG Tembus 81 Persen, BPH Migas Pacu Pengembangan CNG Rumah Tangga
Laode optimistis pasokan gas domestik mampu mendukung pengembangan CNG sebagai substitusi LPG di masa depan. Hal tersebut ditopang oleh berbagai temuan cadangan gas baru dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Laode menilai wacana penghentian impor LPG masih terlalu dini untuk dibahas lantaran program pengembangan CNG baru memasuki tahap awal. “Itu masih terlalu jauh ya. Karena kita juga baru mau mulai, baru mau pilot project. Jadi itu semua tahapan-tahapan itu membutuhkan waktu,” ujarnya.
Laode memastikan pemerintah menargetkan sejumlah pilot project CNG mulai berjalan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG. “Tahun ini sudah akan ada beberapa pilot project. Tahun ini sudah ada,” tutur Laode.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), salah satunya dalam bentuk tabung 3 Kg.
Bahlil menjelaskan bahwa CNG pada dasarnya merupakan gas seperti LPG, namun memiliki karakteristik berbeda dan saat ini sudah mulai digunakan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, serta beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kemudian munculah ide untuk kita bikin CNG, CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG,” kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa dikutip, Minggu (3/5/2026).
Lebih lanjut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengembangan CNG untuk segmen lainnya, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. “Tetapi untuk yang 3 kilogramnya Ini baru mau dibuat dan ini costnya lebih murah 30-40 persen,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








