Penjualan Rumah Naik, Singapura Terapkan Aturan Baru

AKURAT.CO Pemerintah Singapura mulai memperketat pengawasan pasar properti setelah penjualan rumah baru melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya minat pembelian terhadap jenis hunian semi-publik yang dikenal sebagai Executive Condominium (EC) atau Kondominium Eksekutif.
Pekan lalu, pemerintah Singapura memperkenalkan pembatasan baru terhadap segmen tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas pasar properti dan mencegah spekulasi harga.
Baca Juga: Konflik Iran Tak Goyahkan Pasar Properti di Singapura
Dikutip dari laman bloomberg, Executive Condominium selama ini menjadi pilihan populer karena harganya lebih murah dibanding kondominium pribadi, namun memiliki potensi keuntungan tinggi saat dijual kembali setelah melewati masa tunggu tertentu.
Kebijakan itu muncul di tengah lonjakan penjualan rumah pribadi baru. Berdasarkan data Urban Redevelopment Authority, sebanyak 1.548 unit rumah pribadi baru terjual pada April 2026, tertinggi dalam enam bulan terakhir.
Lonjakan penjualan tersebut terjadi setelah Maret 2026 yang juga mencatat penjualan kuat sekitar 1.300 unit. Sementara sepanjang 2025, hampir 11.000 rumah pribadi baru berhasil terjual.
Di sisi lain, harga rumah pribadi di Singapura terus mengalami kenaikan. Pada kuartal pertama 2026, harga rumah pribadi naik 0,9% dibandingkan kuartal sebelumnya, lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar 0,3%.
Baca Juga: Singapura Siapkan Skema Baru untuk Pekerja Terdampak AI
Pemerintah Singapura selama beberapa tahun terakhir memang aktif menerapkan kebijakan pendinginan pasar (cooling measures) untuk mengendalikan lonjakan harga properti dan menjaga keterjangkauan hunian bagi warga lokal.
Analis menilai langkah pembatasan terbaru menunjukkan otoritas mulai mengantisipasi potensi overheating di sektor properti meski pasar masih didukung suku bunga rendah dan permintaan yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





