Akurat Logo

Konflik Iran Tak Goyahkan Pasar Properti di Singapura

Andi Syafriadi | 16 Mei 2026, 01:10 WIB
Konflik Iran Tak Goyahkan Pasar Properti di Singapura
edung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)

AKURAT.CO Pasar properti Singapura menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Penjualan rumah pribadi baru di negara tersebut melonjak pada April 2026 dan mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Data Urban Redevelopment Authority dikutip dari laman bloomberg, menunjukkan pengembang berhasil menjual 1.548 unit rumah pribadi baru sepanjang April 2026.

Jumlah tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 675 unit.

Baca Juga: Harga Rumah Naik Tipis, Penjualan Properti Anjlok 25 Persen

Kenaikan penjualan juga melanjutkan tren positif sejak Maret 2026, ketika sekitar 1.300 unit rumah baru berhasil terjual.

Secara keseluruhan, hampir 11.000 rumah pribadi baru terjual sepanjang 2025, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Permintaan properti masih ditopang oleh pembeli lokal dan imigran kaya yang tetap aktif melakukan transaksi meskipun tensi geopolitik global meningkat.

Konflik Iran dan ketidakpastian ekonomi internasional belum terlihat signifikan memengaruhi minat pasar.

Selain itu, suku bunga pinjaman yang relatif rendah turut menjadi faktor pendorong utama penjualan properti.

Minat pembeli terutama terlihat kuat pada proyek-proyek kawasan pinggiran kota yang menawarkan harga lebih kompetitif dibanding pusat kota.

Baca Juga: KB Bank Salurkan Fasilitas Kredit Rp80 Miliar ke PT Paramarta Rolas Jaya untuk Dukung Pengembangan Sektor Properti Komersial

Data resmi juga menunjukkan harga rumah pribadi di Singapura naik 0,9% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari estimasi awal sebesar 0,3%.

Kondisi tersebut memperlihatkan pasar properti Singapura masih ditopang permintaan domestik yang solid dan daya beli kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.