Akurat Logo

Beijing Sebut Regulasi UE Ganggu Operasi Perusahaan China

Andi Syafriadi | 17 Mei 2026, 19:52 WIB
Beijing Sebut Regulasi UE Ganggu Operasi Perusahaan China
China menilai Regulasi Subsidi Asing Uni Eropa menghambat investasi dan mengganggu operasional perusahaan-perusahaan China di kawasan Eropa.

AKURAT.CO Pemerintah China kembali melayangkan protes terhadap kebijakan perdagangan Uni Eropa terkait Regulasi Subsidi Asing atau Foreign Subsidies Regulation (FSR).

Beijing menilai kebijakan tersebut semakin menekan perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di kawasan Eropa.

Mengutip dari laman reuters, Kementerian Perdagangan China menyatakan Uni Eropa meningkatkan frekuensi serta cakupan investigasi terhadap perusahaan China, termasuk terhadap produsen perangkat keamanan Nuctech.

Baca Juga: Trump Pulang Tanpa Terobosan dari Pertemuan dengan Xi Jinping, China Menguasai Permainan

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menilai langkah Brussels telah melampaui batas kewajaran karena meminta data dalam jumlah besar yang disebut tidak berkaitan langsung dengan penyelidikan.

Menurut Beijing, permintaan tersebut juga melibatkan bank-bank China yang diminta bekerja sama dalam investigasi, sehingga dinilai mengganggu operasional normal perusahaan China di Eropa.

Sebelumnya, pada Januari 2025, China telah menyimpulkan bahwa praktik Regulasi Subsidi Asing Uni Eropa merupakan hambatan terhadap perdagangan dan investasi.

Pemerintah China saat itu juga menyerukan dialog guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Namun, menurut Beijing, Uni Eropa tetap melanjutkan pendekatan investigatif terhadap perusahaan-perusahaan China.

Tekanan terbaru ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dagang global dan upaya sejumlah negara Barat memperketat pengawasan terhadap investasi asing, khususnya dari China.

Baca Juga: Jawab Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Berdaulat dan Tidak Akan Tunduk pada China

Sebagai Informasi, regulasi Subsidi Asing Uni Eropa sendiri mulai diterapkan untuk menilai apakah perusahaan asing menerima dukungan negara yang dianggap dapat menciptakan persaingan tidak sehat di pasar Eropa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.