Beijing Sebut Regulasi UE Ganggu Operasi Perusahaan China

AKURAT.CO Pemerintah China kembali melayangkan protes terhadap kebijakan perdagangan Uni Eropa terkait Regulasi Subsidi Asing atau Foreign Subsidies Regulation (FSR).
Beijing menilai kebijakan tersebut semakin menekan perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di kawasan Eropa.
Mengutip dari laman reuters, Kementerian Perdagangan China menyatakan Uni Eropa meningkatkan frekuensi serta cakupan investigasi terhadap perusahaan China, termasuk terhadap produsen perangkat keamanan Nuctech.
Baca Juga: Trump Pulang Tanpa Terobosan dari Pertemuan dengan Xi Jinping, China Menguasai Permainan
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menilai langkah Brussels telah melampaui batas kewajaran karena meminta data dalam jumlah besar yang disebut tidak berkaitan langsung dengan penyelidikan.
Menurut Beijing, permintaan tersebut juga melibatkan bank-bank China yang diminta bekerja sama dalam investigasi, sehingga dinilai mengganggu operasional normal perusahaan China di Eropa.
Sebelumnya, pada Januari 2025, China telah menyimpulkan bahwa praktik Regulasi Subsidi Asing Uni Eropa merupakan hambatan terhadap perdagangan dan investasi.
Pemerintah China saat itu juga menyerukan dialog guna menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun, menurut Beijing, Uni Eropa tetap melanjutkan pendekatan investigatif terhadap perusahaan-perusahaan China.
Tekanan terbaru ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dagang global dan upaya sejumlah negara Barat memperketat pengawasan terhadap investasi asing, khususnya dari China.
Baca Juga: Jawab Peringatan Trump, Taiwan Tegaskan Berdaulat dan Tidak Akan Tunduk pada China
Sebagai Informasi, regulasi Subsidi Asing Uni Eropa sendiri mulai diterapkan untuk menilai apakah perusahaan asing menerima dukungan negara yang dianggap dapat menciptakan persaingan tidak sehat di pasar Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







