Kontraksi PMI Jadi Sinyal Awal Perlambatan Ekonomi

AKURAT.CO Angka fantastis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% pada Triwulan I-2026 tampaknya masih menyisakan sejumlah indikator sektor riil yang justru mulai menunjukkan tanda pelemahan.
Salah satu sinyal paling terlihat datang dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang turun ke level 49,1 pada April 2026.
Angka tersebut menandai kontraksi aktivitas manufaktur karena berada di bawah ambang batas ekspansi 50.
Baca Juga: Kemenkeu Jelaskan Penyebab PMI Manufaktur RI Kontraksi di April 2026 dan Langkah Antisipasi ke Depan
Ekonom Muda INDEF, Ariyo DP Irhamna menjelaskan bahwa penurunan PMI menjadi alarm penting bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya ditopang aktivitas produksi yang kuat.
“Ketika PMI masuk zona kontraksi, artinya dunia usaha mulai menahan produksi, investasi, maupun perekrutan tenaga kerja,” ujar Ariyo dalam analisisnya yang diterima AKURAT.CO , Senin (18/5/2026).
Kontraksi PMI terjadi di tengah perlambatan pesanan baru, penurunan output pabrik, dan melemahnya permintaan ekspor.
Kondisi global yang belum stabil, suku bunga tinggi di negara maju, serta perlambatan ekonomi China dinilai menjadi faktor utama tekanan terhadap sektor manufaktur Indonesia.
Padahal manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi hampir 19% terhadap PDB.
Selain manufaktur, tekanan juga mulai terlihat pada sektor properti.
Mengutip hasil data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit properti melambat pada awal 2026, sementara rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sektor real estat mengalami kenaikan.
Sektor real estat bahkan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling rendah pada Triwulan I-2026.
Menurut Ariyo, perlambatan sektor properti sangat penting diperhatikan karena memiliki efek berantai besar terhadap industri lain, mulai dari semen, baja, furnitur, hingga tenaga kerja konstruksi.
“Kalau properti melemah, efeknya sangat luas terhadap ekonomi domestik,” katanya.
Baca Juga: Harga Rumah Naik Tipis, Penjualan Properti Anjlok 25 Persen
Di sisi lain, tekanan terhadap kelas menengah juga mulai memengaruhi konsumsi masyarakat.
Kenaikan harga pangan, pelemahan rupiah, dan tingginya cicilan pinjaman membuat rumah tangga mulai menahan belanja non-esensial.
Fenomena tersebut terlihat dari perlambatan penjualan kendaraan bermotor dan melemahnya konsumsi barang tahan lama.
Meski konsumsi rumah tangga secara agregat masih tumbuh, Ariyo menilai kualitas pertumbuhannya mulai menurun.
Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlalu bergantung pada stimulus fiskal tidak akan bertahan lama apabila sektor riil mulai kehilangan tenaga.
“Kalau produksi melambat dan investasi tertahan, maka pertumbuhan ekonomi berisiko melambat dalam beberapa kuartal berikutnya,” ujarnya.
Karena itu, Ariyo menilai pemerintah perlu segera memperkuat iklim investasi dan mempercepat reformasi struktural agar dunia usaha kembali ekspansif.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mencegah tekanan terhadap lapangan kerja.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga daya beli kelas menengah karena kelompok ini menjadi motor utama konsumsi domestik Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







