Akurat Logo

Kemenperin Perkuat Rantai Pasok Lokal Industri Kosmetik

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 20 Mei 2026, 13:45 WIB
Kemenperin Perkuat Rantai Pasok Lokal Industri Kosmetik
Kemenperin dan Perkosmi memperkuat rantai pasok lokal industri kosmetik nasional di tengah lonjakan jumlah pelaku usaha dan ekspor.

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) bersama Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) terus memperkuat ekosistem industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional melalui pengembangan kemitraan dan perluasan rantai pasok lokal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri kosmetik nasional di tengah pertumbuhan pasar yang semakin dinamis, baik di tingkat domestik maupun global.

Industri kosmetik nasional menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah industri kosmetik dalam negeri meningkat dari 1.292 industri pada tahun 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir 2025.

Baca Juga: Kemenperin Kebut Sertifikasi Halal IKM Keramik Demi Genjot Pasar Ekspor

Sebesar 90% dari jumlah tersebut merupakan sektor IKM. Selain itu, nilai ekspor industri kosmetik juga mengalami kenaikan dari USD417 juta pada tahun 2024 menjadi USD473,8 juta pada tahun 2025.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, industri kosmetik merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek sangat baik karena didukung oleh permintaan pasar yang terus meningkat.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah pelaku usaha perlu diimbangi dengan penguatan kualitas, inovasi, dan ekosistem industri yang semakin solid.

“Industri kosmetik merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek sangat baik karena didukung oleh permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan jumlah pelaku usaha yang semakin besar, kami berharap industri ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumen domestik, tetapi juga memperluas kontribusinya terhadap ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Agus dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Agus menambahkan, di balik pertumbuhan industri kosmetik yang positif, pelaku IKM masih menghadapi sejumlah tantangan.

Menurut Agus, kemitraan memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing IKM kosmetik nasional. Melalui hubungan kemitraan, pelaku IKM dapat memperoleh kemudahan dalam pengadaan bahan baku dan bahan penolong melalui maklon, memperluas akses distribusi dan pemasaran, hingga menjadi bagian dari rantai pasok industri besar.

“Dengan demikian, tercipta ekosistem industri yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, pengembangan IKM kosmetik dilakukan melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, asosiasi, BPOM, perguruan tinggi, lokapasar, ritel, hingga industri besar.

Baca Juga: Kemenperin Gandeng Jerman Percepat Transformasi Infrastruktur Mutu Industri

“Para pemangku kepentingan ini tidak hanya bersinergi dengan Ditjen IKMA, tetapi juga telah menjalin kemitraan langsung dengan pelaku IKM kosmetika,” ucap Reni.

Sebagai implementasi dari langkah tersebut, Ditjen IKMA menyelenggarakan Pre-Event Temu Bisnis bertema Local Supply Chain for Cosmetic Industry pada 6–8 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pameran Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) 2026 yang diinisiasi oleh Perkosmi.

Reni menjelaskan, kegiatan pre-event tersebut menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan temu bisnis utama yang akan digelar pada September mendatang. Dalam kegiatan ini, Ditjen IKMA memfasilitasi booth selama pameran berlangsung guna mempertemukan pelaku IKM dengan calon mitra usaha.

“Kehadiran booth ini berperan penting sebagai sarana pertemuan antara pelaku IKM dengan calon mitra bisnis untuk memperluas jejaring, membuka peluang kemitraan, dan menjajaki kerja sama yang berpotensi meningkatkan transaksi maupun investasi di sektor kosmetik nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, para pelaku IKM juga diberikan kesempatan untuk melakukan identifikasi kebutuhan dan penjajakan awal dengan berbagai mitra pendukung, termasuk pemasok bahan baku, jasa maklon, penyedia kemasan, hingga jaringan distribusi.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring usaha sekaligus membuka peluang hilirisasi bahan baku lokal yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.