Akurat Logo

Kementerian ESDM Siapkan Pilot Project CNG 3 Kg, Fokus di Kota-Kota Besar Pulau Jawa

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 21 Mei 2026, 20:35 WIB
Kementerian ESDM Siapkan Pilot Project CNG 3 Kg, Fokus di Kota-Kota Besar Pulau Jawa
Kementerian ESDM untuk melakukan tahap uji coba CNG 3 Kg terlebih dahulu sebelum implementasi lebih luas

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan pilot project implementasi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (Kg).

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Menteri ESDM untuk melakukan tahap uji coba terlebih dahulu sebelum implementasi lebih luas.

“Kita saat ini sesuai arahan Pak Menteri, agar kita melakukan piloting dulu di kota-kota besar. Untuk piloting ini, kita targetnya yang penting kota-kota ini bisa kita mulai dulu. Seperti itu,” kata Laode saat ditemui di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Ditanya Impor Tabung CNG, Dirjen Migas: Kemungkinan dari China

Laode menambahkan, pilot project tersebut akan difokuskan di sejumlah kota besar yang berada di Pulau Jawa.

“Ya, di kota-kota besar di Pulau Jawa, Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, seperti itu,” tambahnya.

Dalam tahap awal pengujian, pemerintah membutuhkan tabung gas dalam jumlah besar untuk memastikan proses uji coba berjalan optimal.

Namun pengadaan tabung tersebut akan dilakukan oleh calon badan usaha yang terlibat dalam program.

“Untuk bisa kita dapatkan tabung yang real, minimum kita harus pesan 100 ribu. Tapi ini yang lakukan calon badan usahanya ya, bukan kita. Mereka yang sedang berproses sekarang,” ujar Laode.

Lebih lanjut, Laode menegaskan bahwa dalam skema yang tengah disiapkan pemerintah, masyarakat nantinya tidak diwajibkan membeli tabung gas tersebut.

“Jadi gini ya, skema nanti, skemanya, itu masyarakat tidak beli tabung. Tabung milik supplier gasnya. Jadi, masyarakat nanti skema yang sedang dibuat sekarang, masyarakat tidak diharuskan beli tabung,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG), salah satunya dalam bentuk tabung 3 Kg.

Bahlil menjelaskan bahwa CNG pada dasarnya merupakan gas seperti LPG, namun memiliki karakteristik berbeda dan saat ini sudah mulai digunakan di sejumlah sektor, seperti hotel, restoran, serta beberapa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kemudian munculah ide untuk kita bikin CNG, CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG,” kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa dikutip, Minggu (3/5/2026).

Lebih lanjut, Bahlil menyebut pemerintah tengah menyiapkan pengembangan CNG untuk segmen lainnya, termasuk sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram.

“Tetapi untuk yang 3 kilogramnya Ini baru mau dibuat dan ini costnya lebih murah 30-40%,” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.