Akurat Logo

PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam untuk PLTU Indramayu

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 26 Mei 2026, 11:10 WIB
PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam untuk PLTU Indramayu
PLN EPI dan BWI bekerja sama memasok biomassa sekam padi untuk cofiring PLTU Indramayu, dorong ekonomi sirkular dan serapan tenaga kerja.

AKURAT.CO PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) terkait jual beli biomassa pellet sekam padi untuk kebutuhan cofiring PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu.

Dalam kerja sama tersebut, PLN EPI bertindak atas nama PT PLN Nusantara Power sebagai pengguna akhir biomassa di pembangkit.

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan biomassa berbasis limbah pertanian di daerah.

Baca Juga: PLN EPI Kantongi Pasokan LNG 48,5 Juta Ton hingga 2047

“Ini tentu atas kerja sama mitra. Kami ingin PT BWI tetap menjadi partner strategis kami. Kita harus terus berkolaborasi meningkatkan kualitas karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” kata Hokkop dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Hokkop menambahkan, performa dan kapasitas produksi biomassa dari sekam padi masih sangat mungkin ditingkatkan. Bahkan, menurutnya, target produksi hingga 3.200 sampai 3.300 ton bukan sesuatu yang sulit dicapai.

“Untuk menyentuh angka 3.200 sampai 3.300 sebenarnya sangat mungkin. Tinggal bagaimana penyesuaian teknis di tim produksi dan operasional,” tambahnya.

Hokkop menegaskan, PLN EPI ingin kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan kontrak, tetapi terus berkembang melalui peningkatan volume pasokan.

Ia juga mengapresiasi langkah PT BWI yang dinilai berhasil mengembangkan potensi sekam padi menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi.

Menurut Hokkop, kerja sama ini menjadi tindak lanjut konkret setelah sebelumnya PLN EPI menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah.

Baca Juga: PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas Nasional untuk Transisi Energi

Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional memiliki potensi besar limbah sekam yang dapat dioptimalkan menjadi pellet biomassa berkualitas tinggi.

Sementara itu, Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana mengatakan pihaknya serius mengembangkan bisnis biomassa karena melihat besarnya potensi limbah sekam padi di Indramayu.

“Kami serius ingin menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani

Dari jumlah tersebut, kata dia, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun demikian, ia mengakui tantangan utama terletak pada proses pengumpulan sekam yang tersebar di 31 kecamatan.

“Tantangannya bagaimana mengumpulkan sekam-sekam yang tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu membutuhkan biaya yang semakin besar,” kata Robani

Untuk mendukung pengembangan biomassa, PT BWI telah berinvestasi pada tiga mesin produksi dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bulan.

Saat ini, produksi PT BWI masih berada di kisaran 1.500 ton per bulan atau sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang. Namun, perusahaan siap meningkatkan produksi apabila kebutuhan pasokan biomassa bertambah.

Ia menambahkan, pengembangan biomassa tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Produksi 1.000 sampai 1.500 ton saja sudah melibatkan sekitar 60 orang mulai dari pengumpul, pengangkut hingga produksi. Kalau nanti kapasitas naik menjadi 3.000 sampai 4.000 ton per bulan, mungkin lebih dari 100 orang bisa terlibat,” ujar Robani.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.