Angkutan Sawit KAI Tumbuh 7,78 Persen, Tembus 268 Ribu Ton hingga Mei 2026

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja angkutan komoditas perkebunan sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 268.728 ton.
Adapun, angka ini meningkat 7,78% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 249.327 ton.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan pertumbuhan angkutan perkebunan menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin dipercaya sebagai bagian dari rantai pasok komoditas strategis nasional.
Baca Juga: KAI Tebar Diskon 30 Persen untuk Tiket Kereta Ekonomi, Ini Syaratnya
“Komoditas perkebunan, khususnya sawit, memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri sekaligus mendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar global,” kata Anne dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Sebagian besar angkutan perkebunan yang dilayani KAI berasal dari komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit.
Sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia, sawit memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, hingga aktivitas ekspor yang menopang perolehan devisa negara.
Meningkatnya volume angkutan perkebunan mencerminkan kebutuhan pelaku usaha terhadap moda transportasi yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara konsisten.
Di berbagai wilayah Sumatera, terutama pada koridor perkebunan yang menjadi pusat produksi sawit nasional, kelancaran distribusi komoditas memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah.
Pergerakan hasil perkebunan yang terhubung dengan kawasan industri dan pelabuhan turut mendukung aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, serta keberlangsungan rantai pasok yang melibatkan banyak sektor ekonomi.
Baca Juga: Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Richard Lee Disidang Terkait Kasus Produk Kecantikan
Penggunaan kereta api juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi distribusi. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, kereta api membantu menjaga kelancaran arus barang sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas angkutan berat di jalan raya.
Kondisi ini mendukung distribusi yang lebih terukur dan berkesinambungan bagi komoditas dengan volume tinggi seperti sawit.
Menurut Anne, pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi sinyal positif bagi sektor logistik nasional.
Konektivitas yang semakin kuat antara kawasan produksi, industri pengolahan, dan pelabuhan akan mendukung pergerakan ekonomi yang lebih efisien sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas perkebunan terbesar di dunia.
“Melalui angkutan kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas ekspor Indonesia,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









