Akurat Logo

RI-Singapura Bangun Koridor Data dan Energi Hijau di Kawasan BBK

Esha Tri Wahyuni | 9 Juni 2026, 17:28 WIB
RI-Singapura Bangun Koridor Data dan Energi Hijau di Kawasan BBK
Menko Airlangga mengungkapkan kawasan BBK mencatat investasi sebesar USD5,7 miliar sepanjang 2025

AKURAT.CO Indonesia dan Singapura memperkuat arah baru kerja sama ekonomi bilateral dengan menjadikan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai koridor strategis ekonomi digital dan energi hijau di Asia Tenggara.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Menteri ke-16 Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) yang digelar di Jakarta. 

Pertemuan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong.

Baca Juga: Purbaya: Investasi Strategis Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Airlangga mengungkapkan kawasan BBK mencatat investasi sebesar USD5,7 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin kuatnya peran kawasan tersebut sebagai magnet investasi baru.

"Kerja sama di BBK pada 2025 mencatat investasi sebesar USD5,7 miliar dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Tidak hanya menjadi kawasan manufaktur dan perdagangan bebas, BBK kini diarahkan menjadi pusat ekonomi digital regional. 

Pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat mempercepat pengembangan infrastruktur digital, termasuk ekspansi kawasan Nongsa Digital Park di Batam yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat teknologi digital terbesar di Indonesia.

Selain itu, sejumlah investasi pusat data (data center) juga tengah berjalan di kawasan tersebut.

Beberapa proyek yang disebut dalam pernyataan bersama antara lain investasi DayOne dan PT Equator Gate System di Batam, serta pengembangan fasilitas DCI Indonesia di Bintan.

Pemerintah kedua negara bahkan akan melakukan studi bersama mengenai sektor teknologi di kawasan BBK guna mengidentifikasi peluang investasi baru serta menyusun rekomendasi konkret untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan kapasitas pusat data di kawasan Asia Tenggara terus meningkat seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), layanan komputasi awan (cloud computing), dan ekonomi digital.

Data Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan e-Conomy SEA 2025 menunjukkan nilai ekonomi digital Asia Tenggara telah melampaui USD300 miliar dan diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang. Indonesia menjadi pasar digital terbesar di kawasan tersebut.

Selain ekonomi digital, kerja sama kedua negara juga diperluas ke sektor energi hijau.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hasil kolaborasi Sembcorp dan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Proyek tersebut memiliki kapasitas pembangkitan mencapai 200 megawatt (MW) dan dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 80 megawatt hour (MWh). 

Pemerintah menargetkan proyek itu dapat beroperasi mulai tahun depan dan menjadi salah satu PLTS skala utilitas terbesar di Indonesia.

Pengembangan energi hijau dinilai semakin relevan karena pusat data membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan. 

Dengan kombinasi investasi data center dan energi terbarukan, kawasan BBK berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengintegrasikan kebutuhan industri digital dengan transisi energi bersih.

Di sisi lain, pemerintah juga memperluas cakupan kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) Batam.

Jika sebelumnya FTZ hanya mencakup delapan pulau, kini wilayah tersebut diperluas menjadi 22 pulau guna mendukung arus investasi dan aktivitas industri yang lebih besar.

Tidak hanya di Kepulauan Riau, kerja sama investasi RI-Singapura juga berlanjut di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. 

Pemerintah akan mengembangkan fase kedua KEK Kendal dengan perluasan area sekitar 1.000 hektare untuk menarik investasi baru dan menciptakan lapangan kerja.

Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong menegaskan Indonesia tetap menjadi mitra ekonomi strategis bagi Singapura di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik internasional.

Menurut Gan, investasi Singapura ke Indonesia tetap menunjukkan tren kuat sepanjang 2025 dengan nilai mencapai sekitar USD17,4 miliar.

"Singapura tetap berkomitmen menjadi mitra yang bernilai dan dapat diandalkan bagi Indonesia," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.