Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan

AKURAT.CO Di tengah tantangan pemulihan ekonomi dan krisis iklim yang kian nyata, ChildFund Internasional di Indonesia bersama Yayasan Keluarga Sejahtera Boyolali (YKSB) meluncurkan Green Recovery Initiative (GRI).
Ini merupakan program yang mengubah peternakan domba dan kambing di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, menjadi model bisnis hijau modern yang digerakkan oleh orang muda.
Boyolali, yang selama ini mengandalkan sektor peternakan sebagai tulang punggung ekonomi warganya, menghadapi dua tantangan sekaligus: rendahnya kesejahteraan peternak akibat pengelolaan limbah dan pakan yang belum optimal, serta tekanan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang memaksa peralihan komoditas dari sapi ke domba dan kambing.
Baca Juga: Buka Akses Pembiayaan bagi Peternak Sapi Perah, OJK Gandeng ILO Luncurkan Sistem ERP di Jatim
GRI hadir sebagai respons strategis yang memastikan pemulihan ekonomi berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan
"Pemulihan ekonomi dan pemulihan lingkungan perlu berjalan seiring. Melalui GRI, ChildFund Internasional di Indonesia mendorong kewirausahaan anak muda, penurunan emisi, dan penguatan rantai nilai ekonomi hijau secara terpadu," ujar Meinrad Indra Cahya, Senior Specialist - Livelihood ChildFund Internasional di Indonesia.
Senada dengan itu, Ahmad Luthfy Mubaarok, Program Manager YKSB, mengatakan bahwa GRI dirancang sebagai proses jangka menengah–panjang yang menempatkan masyarakat, termasuk pemuda, sebagai bagian penting dari perubahan.
“Kami percaya, dengan semangat kebersamaan, GRI tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi generasi mendatang," ungkapnya.
Agro Lestari Muda: Praktik Baik di Tingkat Komunitas
Wujud konkret dari GRI di tingkat komunitas adalah Agro Lestari Muda, kelompok ternak yang didirikan pada tahun 2024 dan dikelola oleh orang muda Desa Suroteleng.
Kelompok ini menjalankan sistem peternakan terintegrasi yang mencakup produksi pakan konsentrat mandiri, manajemen kandang panggung higienis, pengelolaan limbah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi, serta penerapan sistem rainwater harvesting untuk efisiensi penggunaan air.
"Green business bagi kami berarti tidak ada limbah yang dibuang. Semua harus kembali menjadi nilai ekonomi," ujar Rinto, Direktur Agro Lestari Muda.
Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bukti bahwa desa dapat tumbuh menjadi pusat ekonomi baru apabila potensi lokalnya dikelola dengan strategi yang tepat.
Dampak Nyata bagi Orang Muda dan Komunitas
Program GRI telah memberikan dampak yang dirasakan di berbagai lapisan. Di tingkat individu, orang muda seperti Hanum—seorang mahasiswi—memperoleh keterampilan teknis beternak, memahami pengelolaan limbah sebagai peluang bisnis, dan meningkatkan kesadaran terhadap isu perubahan iklim.
"Program ini membuat saya jauh lebih disiplin dan membuka wawasan saya bahwa peternakan modern bisa dikelola secara bersih, teratur, dan ramah lingkungan," ungkapnya.
Di tingkat komunitas, Karangtaruna Desa Suroteleng dilibatkan aktif dalam pembuatan pakan ternak, studi banding ke peternakan modern, serta pengelolaan limbah kotoran ternak menjadi sumber pendapatan.
Peternak konvensional seperti Ari Nugroho pun bertransformasi, kini mampu memproduksi pakan konsentrat dan mengelola limbah menjadi pupuk organik bernilai jual. "Rasanya bangga bisa bekerja profesional di desa sendiri sambil menjaga lingkungan," tuturnya.
Program ini juga menjangkau dunia pendidikan. Murid SMK jurusan peternakan mengikuti pelatihan pengolahan urine domba menjadi pupuk organik cair menggunakan metode Jadam Microbial Solution (JMS), memperkuat keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kandang Agro Lestari Muda bahkan menjadi laboratorium alam bagi anak-anak PAUD dan SD setempat.
Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan GRI didukung oleh kolaborasi erat antara ChildFund Internasional di Indonesia, YKSB, Karangtaruna Desa Suroteleng, Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali (Disnakkan), serta komunitas lokal.
Kunjungan Disnakkan ke Kandang Agro Lestari Muda membuka peluang jejaring antara praktik baik di tingkat desa dengan sistem pendukung di tingkat kabupaten, termasuk akses pasar dan layanan kesehatan hewan melalui UPT Puskeswan.
Pemerintah daerah melalui Bapperida Boyolali turut menyambut program ini. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat dan menambah perekonomian. Ke depan, sosialisasi kepada anak-anak muda perlu diperkuat karena peluangnya sangat besar," jelas Arif, perwakilan Bapperida Boyolali.
Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau dan Inklusif
GRI membuktikan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi tidak harus mengorbankan lingkungan. Dengan memadukan penguatan kapasitas teknis, pengembangan model bisnis berkelanjutan, dan pemberdayaan orang muda sebagai aktor utama, program ini meletakkan fondasi bagi ekonomi desa yang lebih tangguh dan inklusif.
Ke depan, ChildFund Internasional di Indonesia bersama YKSB berharap model Agro Lestari Muda dapat menjadi rujukan dan direplikasi di wilayah lain, sekaligus terus berkembang sebagai pusat pembelajaran, ekowisata berbasis peternakan, dan motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







