Indonesia Bidik Pasar Eurasia, Kerja Sama Industri dengan Rusia Makin Diperkuat

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk mempercepat transformasi industri nasional, salah satunya melalui kerja sama dengan berbagai negara mitra strategis.
Penguatan hubungan bilateral dengan Rusia menjadi wujud konkret dalam membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, serta memacu kolaborasi teknologi dan manufaktur yang lebih erat.
Langkah tersebut menjadi semakin penting seiring target Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.
Baca Juga: Harga DMO Batu Bara Dinilai Tak Lagi Ideal, IMEF Dorong Pemerintah Lakukan Revisi
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada Innoprom 2026 merupakan kesempatan berharga untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kepercayaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama industri dan menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Rusia,” kata Agus saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov dikutip, Selasa (23/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan Innoprom 2026 yang akan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026.
Selain itu, kedua pihak juga menjajaki penguatan kerja sama industri, termasuk rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Industri yang diharapkan menjadi payung bagi berbagai program kolaborasi di masa mendatang.
Selain itu, Indonesia dan Rusia juga sepakat untuk mempercepat implementasi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Desember 2025, yakni kerja sama di bidang industri perkapalan dan kajian ilmiah mengenai penggunaan asbes krisotil yang aman.
Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai program konkret untuk memperkuat kapasitas industri dan meningkatkan kemitraan antarpelaku usaha kedua negara.
Dalam partisipasi Innoprom 2026, Indonesia akan membawa sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor industri strategis, mulai dari makanan dan minuman, permesinan, elektronik, furnitur, industri digital, energi hijau, hingga sektor manufaktur berorientasi ekspor.
Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis, investasi, serta akses pasar yang lebih luas di Rusia dan kawasan Eurasia.
Indonesia tidak sekedar menampilkan produk dan kemampuan industri nasional, namun juga akan menggelar sejumlah forum bisnis dan diskusi panel yang membahas berbagai sektor potensial, seperti industri kelapa sawit, petrokimia, perkapalan, aluminium, dan kawasan industri.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan kedua negara untuk bertukar gagasan sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru.
Menutup pertemuan tersebut, Agus optimistis bahwa hubungan Indonesia dan Rusia akan semakin kuat melalui berbagai agenda yang telah disiapkan menjelang Innoprom 2026.
“Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua negara. Melalui Innoprom 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi, dan kemitraan industri yang dapat diwujudkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” tutur Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









