Akurat Logo

Ekspor Baja ke Kanada Bukti Hilirisasi RI Tembus Rantai Global

Esha Tri Wahyuni | 24 Juni 2026, 16:19 WIB
Ekspor Baja ke Kanada Bukti Hilirisasi RI Tembus Rantai Global
Seremoni ekspor produk fabrikasi baja struktural milik PT Trimitra Fabrikasi Engineering (TFE) ke Kanada

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor produk fabrikasi baja struktural milik PT Trimitra Fabrikasi Engineering (TFE) ke Kanada senilai USD216 ribu atau sekitar Rp3,85 miliar pada Juni 2026. 

Pengiriman dari Cilegon, Banten, tersebut menjadi sinyal bahwa produk hilirisasi baja Indonesia mulai menembus kebutuhan proyek konstruksi dan infrastruktur di pasar global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, ekspor tersebut menunjukkan kemampuan industri manufaktur nasional menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional.

Baca Juga: Kemendag Batal Naikkan HET MinyaKita, Fokus ke Pembenahan Pasokan dan Distribusi

"Ekspor berkesinambungan ini menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menghasilkan produk berdaya saing tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional. Kemendag mendukung peningkatan kinerja ekspor produk-produk manufaktur bernilai tambah tinggi," kata Puntodewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, produk fabrikasi baja struktural berbeda dengan ekspor komoditas baja biasa karena telah melalui proses pengolahan, rekayasa teknik, dan fabrikasi lanjutan sehingga menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan bahan baku maupun produk baja setengah jadi.

Kemendag menilai keberhasilan ekspor tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi industri nasional yang selama beberapa tahun terakhir didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah domestik dan daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.

Data Kemendag menunjukkan kinerja ekspor nasional masih tumbuh positif sepanjang awal tahun ini. Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2026 mencapai USD87,74 miliar atau meningkat 6,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD82,56 miliar.

Sementara itu, ekspor besi dan baja tercatat mencapai USD9,61 miliar pada Januari-April 2026. Khusus untuk produk fabrikasi baja struktural, nilai ekspornya mencapai USD39,68 juta pada periode yang sama.

"Khusus produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD39,68 juta pada Januari-April 2026. Komoditas tersebut juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen dalam lima tahun terakhir periode 2021-2025," ujar Puntodewi.

Sebagai informasi, industri baja menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi signifikan dalam struktur ekspor Indonesia. Jika sebelumnya ekspor didominasi bahan mentah dan produk setengah jadi, kini kontribusi produk hasil hilirisasi dan rekayasa industri terus meningkat. 

Sepanjang 2025, nilai ekspor besi dan baja Indonesia tercatat mencapai USD29,76 miliar  dengan tren pertumbuhan rata-rata 5,61% dalam lima tahun terakhir.

Perkembangan tersebut dinilai penting karena menunjukkan kemampuan industri nasional naik kelas dari pemasok material menjadi produsen produk manufaktur bernilai tambah tinggi. 

Produk fabrikasi baja umumnya digunakan dalam pembangunan fasilitas industri, konstruksi bangunan besar, energi, hingga proyek infrastruktur strategis.

Kemendag optimistis peluang ekspor produk fabrikasi baja masih terbuka lebar. PT TFE disebut menjadi salah satu contoh perusahaan nasional yang berhasil memanfaatkan permintaan global melalui pengembangan produk bernilai tambah dan perluasan pasar ekspor ke berbagai negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.