Ekspor Baja ke Kanada Bukti Hilirisasi RI Tembus Rantai Global

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor produk fabrikasi baja struktural milik PT Trimitra Fabrikasi Engineering (TFE) ke Kanada senilai USD216 ribu atau sekitar Rp3,85 miliar pada Juni 2026.
Pengiriman dari Cilegon, Banten, tersebut menjadi sinyal bahwa produk hilirisasi baja Indonesia mulai menembus kebutuhan proyek konstruksi dan infrastruktur di pasar global.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi mengatakan, ekspor tersebut menunjukkan kemampuan industri manufaktur nasional menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional.
Baca Juga: Kemendag Batal Naikkan HET MinyaKita, Fokus ke Pembenahan Pasokan dan Distribusi
"Ekspor berkesinambungan ini menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menghasilkan produk berdaya saing tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional. Kemendag mendukung peningkatan kinerja ekspor produk-produk manufaktur bernilai tambah tinggi," kata Puntodewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, produk fabrikasi baja struktural berbeda dengan ekspor komoditas baja biasa karena telah melalui proses pengolahan, rekayasa teknik, dan fabrikasi lanjutan sehingga menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan bahan baku maupun produk baja setengah jadi.
Kemendag menilai keberhasilan ekspor tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi industri nasional yang selama beberapa tahun terakhir didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah domestik dan daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.
Data Kemendag menunjukkan kinerja ekspor nasional masih tumbuh positif sepanjang awal tahun ini. Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-April 2026 mencapai USD87,74 miliar atau meningkat 6,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD82,56 miliar.
Sementara itu, ekspor besi dan baja tercatat mencapai USD9,61 miliar pada Januari-April 2026. Khusus untuk produk fabrikasi baja struktural, nilai ekspornya mencapai USD39,68 juta pada periode yang sama.
"Khusus produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD39,68 juta pada Januari-April 2026. Komoditas tersebut juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen dalam lima tahun terakhir periode 2021-2025," ujar Puntodewi.
Sebagai informasi, industri baja menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi signifikan dalam struktur ekspor Indonesia. Jika sebelumnya ekspor didominasi bahan mentah dan produk setengah jadi, kini kontribusi produk hasil hilirisasi dan rekayasa industri terus meningkat.
Sepanjang 2025, nilai ekspor besi dan baja Indonesia tercatat mencapai USD29,76 miliar dengan tren pertumbuhan rata-rata 5,61% dalam lima tahun terakhir.
Perkembangan tersebut dinilai penting karena menunjukkan kemampuan industri nasional naik kelas dari pemasok material menjadi produsen produk manufaktur bernilai tambah tinggi.
Produk fabrikasi baja umumnya digunakan dalam pembangunan fasilitas industri, konstruksi bangunan besar, energi, hingga proyek infrastruktur strategis.
Kemendag optimistis peluang ekspor produk fabrikasi baja masih terbuka lebar. PT TFE disebut menjadi salah satu contoh perusahaan nasional yang berhasil memanfaatkan permintaan global melalui pengembangan produk bernilai tambah dan perluasan pasar ekspor ke berbagai negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









