Akurat Logo

PBB Sebut Indonesia Jadi Titik Terang Pangan Dunia, Qodari: Bukti Keberhasilan di Era Prabowo

Moehamad Dheny Permana | 29 Juni 2026, 22:45 WIB
PBB Sebut Indonesia Jadi Titik Terang Pangan Dunia, Qodari: Bukti Keberhasilan di Era Prabowo
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari.

AKURAT.CO Pemerintah mengklaim sektor pertanian mencatatkan capaian positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Penguatan ketahanan pangan dinilai membuahkan hasil, mulai dari meningkatnya cadangan beras pemerintah hingga pengakuan dari lembaga internasional.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan, keberhasilan tersebut tercermin dari lonjakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.

"Cadangan beras pemerintah atau CBP pada Juni tahun ini mencapai 5,3 juta ton yang menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Selain cadangan beras yang meningkat, produksi beras nasional juga menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton.

Menurut Qodari, angka tersebut sejalan dengan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang mencatat produksi beras Indonesia sebesar 35,6 juta ton serta data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebesar 34,6 juta ton.

Baca Juga: KUHAP Baru Tambah Alat Bukti Jadi Delapan, Bukti Elektronik Kini Diakui

"Presiden Prabowo pada awal tahun 2026 telah menyatakan Indonesia resmi swasembada beras per 31 Desember 2025 dan tidak melakukan impor beras sepanjang 2025," katanya.

Qodari menambahkan, peningkatan produksi pangan turut berdampak terhadap kesejahteraan petani.

Berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

"Artinya ekonomi para petani membaik sehingga daya beli mereka pun meningkat," ujarnya.

Keberhasilan sektor pertanian Indonesia, lanjut Qodari, juga mendapat perhatian dunia internasional.

FAO menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang dalam peta pangan global di tengah krisis pangan yang masih melanda sejumlah negara.

Di saat produksi dan cadangan pangan dunia mengalami tekanan, Indonesia justru mampu meningkatkan produksi dan memperkuat stok beras nasional.

"Indonesia kini duduk di posisi keempat sebagai produsen beras terbesar di dunia, berada di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Ini merupakan prestasi bangsa sekaligus pengingat betapa besarnya jasa para petani bagi kehidupan kita," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.