Bahtera Adhiguna Bukukan Pendapatan Rp6,24 Triliun pada 2025

AKURAT.CO PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg), anak usaha Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), kembali membukukan kinerja yang solid sepanjang Tahun Buku 2025.
Sepanjang tahun 2025, BAg mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp6,24 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam lima tahun terakhir, pendapatan perusahaan tumbuh hampir dua kali lipat, mencerminkan kemampuan BAg dalam menjaga pertumbuhan usaha secara konsisten melalui peningkatan volume angkutan batu bara dan pengembangan portofolio bisnis.
Baca Juga: Oman Siapkan Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Tanpa Biaya Transit
Direktur Utama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna, Tri Susanto mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan yang berfokus pada penguatan layanan inti sekaligus pengembangan bisnis transportasi energi primer dan penunjangnya.
"Pertumbuhan yang kami capai merupakan hasil dari sinergi seluruh insan BAg serta dukungan para pemegang saham, mitra kerja, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami terus memperkuat kapabilitas operasional sekaligus membangun fondasi bisnis yang adaptif agar mampu menjawab kebutuhan industri energi yang terus berkembang," kata Tri Susanto, Kamis (2/7/2026).
Sebagai perusahaan yang berperan penting dalam distribusi energi primer nasional, BAg berhasil merealisasikan volume pengangkutan batubara sebesar 42,01 juta metrik ton ke pembangkit PLN Group, Independent Power Producer (IPP) di berbagai wilayah Indonesia dan merambah transportasi energi primer di kawasan.
Kapabilitas perusahaan tersebut didukung oleh tingkat ketepatan waktu pengiriman, ketersediaan dan penguatan armada, efektivitas dan efisiensi operasional, serta kolaborasi dengan mitra strategis.
Selain memperkuat bisnis utama, BAg juga terus mengembangkan sumber pertumbuhan baru. Perusahaan memperluas portofolio bisnis melalui layanan pengangkutan LNG, BBM, operasi dan pemeliharaan angkutan CNG, layanan pengerukan (dredging), pengelolaan jetty, dan bisnis penunjang.
Pada tahun 2025, BAg juga berhasil memperluas jangkauan bisnis di kawasan, ocean going shipment, melalui empat kali pengiriman ke Filipina dan Vietnam sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar di luar PLN Group dan meningkatkan daya saing perusahaan di sektor logistik maritim.
Komitmen BAg dalam menciptakan nilai tambah juga diwujudkan melalui penguatan sinergi di lingkungan PLN Group serta berbagai inovasi untuk mendukung kinerja.
Selain implementasi on shore charging yang mendukung pengurangan penggunaan BBM dalam operasional kapal, BAg juga terus mendorong transformasi digital melalui digitalisasi proses bisnis di berbagai fungsi perusahaan.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya BAg untuk menghadirkan layanan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat keunggulan operasional, memperluas diversifikasi bisnis, serta mengoptimalkan inovasi dan kolaborasi sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Tri Susanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







