Akurat Logo

Optimalkan Pemanfaatan Batu Bara Domestik, PLN Bakal Retrofit PLTU di Jawa

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 2 Juli 2026, 19:33 WIB
Optimalkan Pemanfaatan Batu Bara Domestik, PLN Bakal Retrofit PLTU di Jawa
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo

AKURAT.CO PT PLN (Persero) menyiapkan langkah retrofit pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa agar mampu menggunakan batu bara berkalori lebih rendah.

Retrofit sendiri merupakan proses penambahan teknologi, komponen, atau fitur baru pada sistem, mesin, atau bangunan lama yang sebelumnya tidak tersedia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, saat ini sebagian besar PLTU masih dirancang untuk menggunakan batu bara dengan kalori menengah hingga tinggi.

Baca Juga: Perhapi Minta Kementerian ESDM Benahi Tata Kelola RKAB Agar Pasokan Batu Bara PLTU Terjaga

Nantinya, spesifikasi tersebut akan disesuaikan agar dapat memanfaatkan batu bara kalori rendah yang ketersediaannya jauh lebih melimpah di dalam negeri.

“Yang tadinya spek batu baranya saat ini adalah batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi, dan nanti ke depannya bisa bergeser menggunakan kalori yang lebih rendah lagi, sehingga availability dari pasokan batu baranya bisa tercapai dengan baik,” kata Darmawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Darmawan menuturkan, produksi batu bara nasional saat ini semakin didominasi oleh batu bara berkalori rendah, sementara cadangan batu bara dengan kalori menengah hingga tinggi terus mengalami penurunan.

PLN menilai langkah retrofit menjadi solusi strategis untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik sekaligus meningkatkan fleksibilitas operasional di tengah perubahan karakteristik produksi batu bara nasional.

“Sehingga ke depannya tentu saja kami betul-betul memastikan bahwa kondisi ini tidak akan berulang kembali. Walaupun, secara alami produksi batu bara yang kalori rendah ini semakin hari menjadi semakin dominan,” tutur Darmawan.

Tidak Ada Pemadaman Bergilir Lagi

Diberitakan sebelumnya, PT PLN (Persero) mengungkapkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa kini telah kembali stabil dan tidak lagi mengalami pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026.

Darmawan mengatakan, keberhasilan menjaga keandalan pasokan listrik tidak lepas dari dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba).

“Kami melaporkan, ini atas dukungan Bapak Menteri ESDM dan juga Dirjen Ketenagalistrikan serta Dirjen Minerba, kondisi sistem kelistrikan Jawa, terutama di Jawa, ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak tanggal 21 Juni 2026,” kata Darmawan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan pada tahun 2026 adalah penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah hingga tinggi, yakni di atas 4.500 kalori, yang secara khusus dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit PLN.

Darmawan menambahkan, tambahan pasokan tersebut mencapai 1,8 juta ton untuk bulan Juli 2026 di luar pasokan yang sudah ada sebelumnya. Selanjutnya, mulai Agustus hingga Desember 2026, pemerintah akan menambah pasokan sebesar 3 juta ton per bulan.

Tambahan pasokan batu bara tersebut diperkirakan mampu meningkatkan daya mampu pasok sistem kelistrikan Jawa hingga 5 gigawatt di atas kapasitas eksisting sebesar 35,9 gigawatt. “Yang tentu saja ini membuat sistem kelistikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi,” tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.