RI Jadi Pelopor Kongres Pengobatan Regeneratif Pertama di Asia Pasifik

AKURAT.CO Indonesia menjadi pelopor pertama dengan diselenggarakannya Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 pada 2-4 Juli 2026.
Pelaksanaan di hotel Grand Hyatt yang berada di pusat ibukota Jakarta dekat Bundaran Hotel Indonesia dan Plaza Indonesia dihadiri para peneliti dan pakar dalam bidang pengobatan regeneratif dari berbagai negara.
APREMIC 2026 Chairman, Dr. dr. Cosmos Octavianus Mangunsong, SpM(K), DABRM menyebutkan Indonesia memiliki misi menjadi bangsa yang dapat menolong dunia dengan melahirkan para expert dalam bidang ilmu pengetahuan dan medis khususnya pengobatan regeneratif.
Baca Juga: Skin Booster DNA Salmon Jadi Tren Perawatan Regeneratif, Mengapa Banyak Dicari?
"Bersama, kita dapat mencapai target, menyembuhkan dunia dengan pengobatan regeneratif. Mari kita berkolaborasi untuk membuat mimpi ini menjadi nyata. Kongres pengobatan regeneratif Asia Pasific ini menjadi yang pertama dan semoga dapat membawa manfaat untuk semua pihak," ujar Cosmos usai membuka pelaksanaan APREMIC 2026, Jumat (3/7/2026)
Kongres APREMIC perdana di Indonesia dijelaskan Cosmos untuk kepada dunia bahwa Indonesia bisa mengadakan kongres dalam bidang stemcell dan regenerative medicine.
APREMIC 2026 merupakan kolaborasi dari pemerintah, swasta, dan lembaga kesehatan untuk mewujudkan kongres berskala internasional tersebut. Dengan lebih dari 20 negara yang hadir, diharapkan dapat meningkatkan citra kesehatan di Indonesia di mata dunia.
"Tujuan utama nya memperkenalkan Indonesia kepada dunia bahwa kita tidak kalah, kita punya expert, dan kita juga dihormati di luar negeri sebagai pelaksana pelayanan stemcell dan regenerative medicine," tambahnya.
Presiden INASRM (Indonesia Society Regenerative Medicine), Dr. Dr. Dr. dr. Jonny, Sp.PD-KGH, M.Kes, M.M., DCN, DABRM, FISN mengatakan pengobatan regeneratif tidak hanya menolong orang hidup lebih lama, tapi membuat mereka dapat berfungsi, mandiri, dan menikmati hidup yang berkualitas.
"Itulah mengapa kita berkumpul hari ini, tidak ada jarak antara pasien dengan masa depan, dimana teknologi dipelajari di laboratorium. Inovasi menjadi bermanfaat saat mencapai pasien dengan aman dan efektif. Ini menjadi semangat kongres APREMIC 2026," kata Jonny.
Pihaknya juga mengundang berbagai pihak peneliti, akademisi, regulator, industri, dan para pemimpin seluruh dunia untuk transformasi ilmu pengetahuan menjadi dampak nyata dalam bidang regeneratif medicine.
Beberapa diantaranya yang hadir adalah para peneliti dan pakar pengobatan regeneratif dari berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, united kingdom, Swedia, Brazil, Bangladesh, India, Iran, Pakistan, Yaman, Ukraina, South Korea, China, Filipina, Malaysia dan Indonesia.
"Terima kasih atas dukungan semua pihak yang membuat pelaksanaan APREMIC 2026 bisa terwujud. Saya berharap APREMIC 2026 menjadi lahirnya ide baru, kolaborasi baru muncul, dan berbagai kesempatan serta peluang," paparnya.
Jonny mengungkapkan masa depan dari pengobatan regeneratif tidak dibangun oleh satu institusi, satu negara atau disiplin ilmu, namun hanya dapat dibangun secara kolaboratif bersama.
"Kongres regeneratif medicine, kalau secara awam itu sekarang ramai dengan stemcell, sekretom exosom gitu kan? Tapi sebetulnya regenatif medis ini bukan hanya itu. Bahkan ozon hidrogen hiperbarik itu masuk ke dalam regeneratif medicine," ungkap dia.
Regeneratif medicine dijelaskan Jonny suatu cara untuk memperbaiki atau merangsang pertumbuhan jaringan atau organ baru untuk memperbaiki atau menggantikan organ yang sudah rusak.
"Penggunaan regeneratif medicine sekarang lebih luas ini misalnya untuk luka lutut bisa dikasih stemcell, orang mengalami luka bakar bisa dikasih stemcell, orang dengan penyakit kronis seperti ginjal, hati dan jantung bisa diberikan manfaat stemcell," kata Jonny.
Permintaan terhadap stemcell disebut Jonny sangat besar di Indonesia. Bahkan banyak orang Indonesia yang melakukan terapi stemcell di luar negeri.
"Kalau ada rumah kita sendiri, kenapa tidak di Indonesia. Pelaksanaan kongres ini untuk membuktikan bahwa Indonesia itu bisa, ada dan tidak ketinggalan dalam bidang kedokteran regeneratif ini," pungkas Jonny.
Executive Director American Board of Regenerative Medicine (ABRM), Prof. Dr. Chris Paulus mengatakan pelaksanaan APREMIC 2026 sangat penting karena menunjukkan kemampuan yang dimiliki oleh Indonesia dalam bidang pengobatan regeneratif.
"Pengobatan regeneratif sendiri merupakan pengobatan menggunakan teknologi terbaru. Kepemimpinan Indonesia dalam pengobatan regeneratif membawa berbagai para ahli ke Indonesia dalam kongres ini," ujar Chris.
Hal itu kata dia menunjukkan Indonesia sudah siap dalam menunjukkan kemampuannya dalam bidang pengobatan regeneratif. Ini juga menunjukkan kemajuan dalam layanan kesehatan di Indonesia yang lebih baik.
"Harapan saya APREMIC ini menjadi momentum, kita akan terus maju, Indonesia akan menjadi bintang terang dalam pengobatan regeneratif ini. Ini akan membawa berbagai peluang dan meningkatkan ekosistem pengobatan regeneratif yang lebih baik di Asia Pasifik," tambahnya.
Menambahkan Global Development Director of ABRM, Prof. Dr. Rozina Badal Munir (MBBS, DABRM, FAARM) mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara APREMIC 2026 ini di Indonesia.
"Kongres pertama ini merupakan upaya yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia dan dunia dalam kemajuan pengobatan regeneratif. Kongres ini menjadi platform dalam kemajuan pengobatan regeneratif," ujar Rozina.
Pengobatan regeneratif dikatakannya merupakan pengobatan yang sangat berkembang, banyak penyakit dapat menggunakan metode ini dan juga mendapat pengakuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat.
Beberapa jenis pengobatan regeneratif diantaranya ortopedi, operasi plastik, kemudian pengobatan organ hati di Jepang, ini akan terus berkembang kedepannya. "Pengobatan regeneratif akan menjadi pengobatan masa depan dalam menangani berbagai macam penyakit," jelas Rozina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bentrokan Berdarah Guncang Iran Barat, Pemberontakan Kurdi Kembali Menguat di Tengah Negosiasi AS-Iran?
- 2Update Bagan Piala Dunia 2026 Terbaru: 10 Tim Sudah Lolos ke 16 Besar
- 3Prancis vs Swedia: Cetak Brace, Kylian Mbappe Kudeta Posisi Dua Top Skor Abadi Piala Dunia
- 4Jadwal Lengkap Piala Dunia 2 Juli 2026: Persaingan Sengit Menuju 16 Besar
- 5Kalender Jawa 3 Juli 2026: Weton Jumat Legi Berwatak Tegas, tapi Mudah Marah
- 6Rencana Trump Jual Jet Tempur F-35 ke Turki Tuai Kritik, Dinilai Bisa Untungkan Rusia
- 7Trump Sindir Iran di Tengah Pemakaman Ali Khamenei: Kami Beri Waktu Seminggu karena Kami Baik
- 8Kalender Jawa Juli 2026 Lengkap: Cek Weton, Pasaran, dan Jumlah Neptu
- 9OTT KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin, Masih Diperiksa Intensif
- 1098 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital







