Akurat Logo

Laba Naik 90 Persen, PTPN IV PalmCo Setor Dividen Rp2,83 Triliun ke Negara

Esha Tri Wahyuni | 8 Juli 2026, 14:11 WIB
Laba Naik 90 Persen, PTPN IV PalmCo Setor Dividen Rp2,83 Triliun ke Negara
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa

AKURAT.CO PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mencatat lonjakan kinerja sepanjang 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp7,08 triliun.

Seiring kenaikan laba tersebut, perusahaan juga meningkatkan nilai dividen yang dibagikan kepada pemegang saham menjadi sekitar Rp2,83 triliun.

Keputusan pembagian dividen tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kantor Badan Pengelola Investasi (BP) BUMN di Jakarta pada awal pekan lalu. Nilai dividen yang dibagikan setara 40% dari laba bersih tahun buku 2025.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Bangun Sumur Bor untuk Warga Langkat

Jumlah dividen itu meningkat sekitar 88,7% dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang sebesar Rp1,5 triliun. Kenaikan tersebut mencerminkan perbaikan kinerja perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi PTPN IV PalmCo kepada pemegang saham.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk kontribusi perusahaan kepada negara sekaligus hasil dari peningkatan kinerja sepanjang tahun lalu.

"RUPST telah menyetujui alokasi 40 persen dari laba bersih sebagai dividen sebesar Rp2,83 triliun. Laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp7,08 triliun ini naik 90,3 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,72 triliun," ujar Jatmiko melalui keterangan tertulis di Jakarta.

Menurut dia, pertumbuhan laba tidak hanya didorong kenaikan harga jual rata-rata minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), tetapi juga berasal dari berbagai langkah efisiensi yang dijalankan perusahaan.

Sepanjang 2025, rata-rata harga jual CPO PTPN IV PalmCo mencapai Rp14.223 per kilogram atau meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperkuat profitabilitas di tengah dinamika industri sawit.

Selain laba bersih yang meningkat tajam, sejumlah indikator keuangan perusahaan juga menunjukkan perbaikan. EBITDA tercatat naik 46% menjadi Rp13,27 triliun dibandingkan Rp9,09 triliun pada 2024. Sementara tingkat pengembalian aset (Return on Assets/ROA) mencapai 9,2%.

Dari sisi operasional, volume penjualan CPO juga tumbuh positif. Sepanjang 2025, penjualan mencapai 2,74 juta ton atau meningkat 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski mencatatkan kinerja yang lebih baik, pemegang saham meminta manajemen tidak berpuas diri. Dalam RUPST, perusahaan diminta terus memperkuat mitigasi risiko serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan investasi agar pertumbuhan usaha tetap berkelanjutan.

Baca Juga: PTPN IV PalmCo Salurkan 150 Ton Daging Kurban

Perwakilan Pemegang Saham Seri A, Dwiwarna yang dikuasakan kepada Direktur Peningkatan Nilai BUMN Ketahanan Pangan dan Industri Strategis, Rainoc, menyampaikan apresiasi atas capaian perusahaan. Namun, manajemen juga diminta terus melakukan langkah-langkah perbaikan yang terukur untuk meningkatkan kualitas operasional.

Menanggapi arahan tersebut, Jatmiko mengatakan perusahaan masih memiliki sejumlah ruang perbaikan, terutama dalam aspek operasional, realisasi investasi, dan penguatan manajemen risiko.

"Kami menaruh perhatian penuh pada arahan pemegang saham dan akan terus melakukan identifikasi serta perbaikan, sehingga kinerja operasional maupun realisasi investasi ke depannya dapat berjalan lebih maksimal, dan ke depannya dividen yang diberikan dapat lebih optimal," ujarnya.

Dengan peningkatan laba hampir dua kali lipat serta kenaikan dividen yang signifikan, PTPN IV PalmCo melanjutkan tren penguatan kinerja sebagai salah satu perusahaan perkebunan negara.

"Ke depan, perusahaan menargetkan efisiensi operasional dan optimalisasi investasi menjadi penopang utama untuk menjaga pertumbuhan laba sekaligus meningkatkan kontribusi kepada negara dan pemegang saham," ucap Jatmiko.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.