Angkutan CPO KAI Naik 17,8 Persen, Perkuat Hilirisasi dan Dukung Program B50

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan angkutan perkebunan sebesar 324.579 ton pada Semester I-2026. Jumlah tersebut naik 17,83% dibandingkan Semester I-2025 sebesar 275.475 ton, atau bertambah 49.104 ton.
Sebagian besar komoditas perkebunan yang diangkut PT Kereta Api Indonesia (Persero) didominasi oleh crude palm oil(CPO) beserta produk turunannya.
Komoditas tersebut memiliki peran strategis karena menjadi bahan baku berbagai industri, menopang perdagangan antardaerah, mendorong ekspor, hingga mendukung pengembangan energi berbasis nabati.
Baca Juga: Bebas Cukai Saja Tak Cukup, Ini PR Besar Agar Bioetanol E10 Jalan
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan volume angkutan komoditas perkebunan mencerminkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap sistem logistik yang andal, mampu mengangkut dalam kapasitas besar, serta terintegrasi dengan sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan.
"Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” kata Anne dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Anne menjelaskan, peran logistik untuk komoditas perkebunan semakin penting sejalan dengan percepatan program hilirisasi dan transformasi energi nasional.
Peningkatan kebutuhan bahan baku nabati, termasuk untuk mendukung implementasi program biodiesel B50, memerlukan sistem distribusi yang mampu menjamin kelancaran pasokan dari sentra produksi menuju fasilitas pengolahan.
"Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung," kata Anne.
Di sejumlah wilayah Sumatra, angkutan kereta api telah menjadi bagian penting dalam menghubungkan kawasan perkebunan dengan pabrik pengolahan maupun pelabuhan.
Konektivitas tersebut tidak hanya memperlancar arus distribusi komoditas, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas industri serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah yang bergantung pada sektor perkebunan.
“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









