Korupsi Batu Bara PLTU, Pushep: Isu Pengadaan Belum Tentu Jadi Penyebab Utama Blackout di Sumatra

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi & Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar menilai pengadaan batu bara belum tentu menjadi penyebab utama blackout di Sumatra.
Blackout dapat dipicu oleh berbagai faktor teknis seperti gangguan transmisi, pembangkit, atau cuaca ekstrem. Seperti informasi resmi yang disampaikan oleh PLN, blackout lebih disebabkan aspek teknis dan operasional.
Pernyataan Bisman tersebut merespons perkembangan terkini kasus korupsi batu bara PLTU yang menyeret PLN dan tengah dalma proses penyidikan.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Jadi Penyebab Utama Blackout
"Jadi dalam hukum, hubungan sebab dan akibatnya harus dibuktikan melalui investigasi teknis dan bukti yang mendukung," ujar Bisman saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Lebih lanjut, publik menurut Bisman sebaiknya menghormati dan mengawal proses hukum yang sedang berjalan. Berkaitan dengan kasus tindak pidana memang prosesnya panjang dimana harus melalui penyidikan, penuntutan, dan persidangan.
"Isu dan spekulasi yang belum didukung fakta justru itu bisa menyesatkan," imbuhnya.
Dijelaskan, akan lebih bijak jika publik menunggu fakta yang nanti terungkap di persidangan. Pengadilan merupakan forum tepat untuk menguji alat bukti dan keterangan para pihak secara objektif. Jadi, akan benar-benar didasarkan pada bukti dan fakta, bukan asumsi.
Dugaan adalah indikasi awal yang menjadi dasar dimulainya proses penegakan hukum. Alat bukti itu fakta atau informasi yang digunakan untuk membuktikan ada atau tidaknya tindak pidana.
"Lalu ada putusan yang berkekuatan hukum tetap atau putusan pengadilan yang final dan mengikat, punya kepastian hukum atau bisa dilaksanakan/ eksekusi, biasanya kalau sudah sampe kasasi," ujar Bisman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








