Akurat Logo

Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik, Zulhas Soroti Logistik Pangan

Esha Tri Wahyuni | 15 Juli 2026, 19:09 WIB
Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik, Zulhas Soroti Logistik Pangan
Zulkifli Hasan menilai pelabuhan modern menjadi kunci distribusi pangan. TUKS Petrokimia Gresik meraih predikat pelabuhan terbaik nasional 2026.

AKURAT.CO Peran pelabuhan dalam menjaga kelancaran distribusi pupuk nasional semakin strategis di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan.

Tidak lagi sekadar menjadi lokasi bongkar muat barang, pelabuhan kini dituntut mampu menghadirkan sistem logistik yang cepat, efisien, aman, dan ramah lingkungan agar pasokan pupuk ke berbagai daerah tetap terjaga.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Petrokimia Gresik yang dinobatkan sebagai pelabuhan terbaik nasional pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026.

Baca Juga: Apa Itu Pupuk NPK dan Cara Menggunakannya Secara Tepat untuk Tanaman?

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur, setelah TUKS Petrokimia Gresik mencatat nilai asesmen Green and Smart Port sebesar 94%, meningkat signifikan dibandingkan capaian 82% pada 2022.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas transformasi pengelolaan pelabuhan yang dilakukan perusahaan, mulai dari digitalisasi operasional hingga penerapan standar keselamatan dan keberlanjutan.

"Kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional," kata Daconi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, perusahaan akan terus memperkuat transformasi pelabuhan melalui digitalisasi layanan, peningkatan standar keselamatan kerja, efisiensi operasional, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional.

Pencapaian tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik menerapkan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, sistem operasional berbasis digital yang terintegrasi, hingga berbagai inovasi yang mendukung kelancaran distribusi bahan baku dan pupuk ke seluruh Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menilai, keberadaan pelabuhan modern menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Qodari Beberkan Bukti Keberpihakan Prabowo kepada Petani, dari Pupuk Murah hingga Harga Gabah Naik

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga kemampuan sistem logistik dalam memastikan distribusi berjalan lancar.

"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujar Zulkifli Hasan.

Dirinya menambahkan, GSPI ASRI tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga sarana untuk memperkuat komitmen seluruh pengelola pelabuhan dalam membangun sistem kepelabuhanan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah, lanjut Zulhas, juga akan terus menyempurnakan pelaksanaan GSPI ASRI melalui penguatan instrumen penilaian, peningkatan aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta memperluas partisipasi pelabuhan di berbagai daerah agar transformasi sektor kepelabuhanan nasional berlangsung lebih cepat.

Dengan meningkatnya kualitas pengelolaan pelabuhan, diharapkan distribusi pupuk ke sentra-sentra pertanian semakin efisien sehingga dapat mendukung target pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.