Pengamat Usul Jumlah Driver Ojol Dikurangi Bertahap, Ini Alasannya

AKURAT.CO Pengamat transportasi sekaligus Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menilai, penyelesaian persoalan transportasi daring tidak cukup hanya melalui pengaturan besaran potongan aplikasi atau penyusunan regulasi perlindungan pekerja.
Djoko menyebut, pemerintah perlu menyiapkan peta jalan (roadmap) nasional untuk mengurangi jumlah pengemudi ojek online (ojol) secara bertahap.
Oleh karena itu, lanjut Djoko, langkah tersebut merupakan solusi yang lebih rasional karena dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi sektor transportasi maupun ketenagakerjaan.
Baca Juga: Pengguna Transportasi Umum Terus Meningkat, Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
“Jalan keluar yang rasional yang memberikan dampak positif yang luas seharusnya adalah mengurangi jumlah ojol secara bertahap. Ini pekerjaan yang seharusnya dilakukan, tetapi karena sangat berat dan butuh waktu, sehingga tidak pernah menjadi pilihan,” kata Djoko dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Minggu (27/6/2026).
Djoko menyampaikan, profesi pengemudi ojol sejatinya tidak dirancang sebagai pekerjaan utama.
Karena itu, tuntutan peningkatan kesejahteraan bagi pengemudi dinilai sulit diwujudkan apabila jumlah pengemudi terus bertambah sementara permintaan pasar tidak tumbuh sebanding.
“Dari sisi pengemudi, kalau kemudian yang dituntut adalah kesejahteraan, ini tidak akan pernah tercapai, karena memang profesi ini tidak seharusnya menjadi pekerjaan utama. Kalau mau sejahtera jangan menjadi driver ojek,” ujarnya.
Lebih lanjut, Djoko menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih layak di berbagai sektor sehingga masyarakat tidak bergantung pada pekerjaan sebagai pengemudi transportasi daring.
Baca Juga: Bahlil Resmikan Pilot Bus Hidrogen, RI Mulai Punya Ekosistem Transportasi Berbasis H2
Untuk itu, Djoko mengusulkan pemerintah menyusun roadmap nasional dengan target yang terukur, misalnya dalam lima tahun ke depan secara bertahap mengurangi jumlah pengemudi ojol dan mengarahkan mereka beralih ke sektor logistik sebagai kurir.
"Membuat roadmap yang terukur, misalnya dalam lima tahun ke depan berapa target pengurangan driver ojol dan driver ojol harus diarahkan hanya sebagai kurir,” ucap Djoko.
Dari sisi konsumen, Djoko juga mempertanyakan kelayakan ojek online sebagai moda angkutan penumpang. Menurutnya, kendaraan roda dua memiliki keterbatasan dalam memenuhi aspek keselamatan sehingga sulit diposisikan sebagai transportasi publik jangka panjang.
Lebih lanjut, Djoko menilai sejumlah wacana kebijakan seperti pembatasan potongan aplikasi menjadi 8% maupun penerbitan Peraturan Presiden mengenai perlindungan pekerja transportasi online tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi ekosistem transportasi daring.
Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi memberikan tekanan terhadap keberlangsungan usaha perusahaan aplikasi apabila tidak disertai perhitungan yang matang.
"Potongan 8%, Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online tidak akan menyelesaikan masalah. Bisa-bisa aplikator memilih menutup usahanya yang akhirnya pengangguran akan bertambah,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









