KAI Group Setor Pajak dan PNBP Rp6,98 Triliun Sepanjang 2025

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kontribusi pajak KAI Group sebesar Rp6,98 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat 66,05% dibandingkan kontribusi pada 2024 sebesar Rp4,20 triliun.
Kontribusi tersebut berasal dari aktivitas usaha KAI sebagai entitas induk dan seluruh entitas anak. Komponennya mencakup Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Bumi dan Bangunan, pajak daerah, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak yang dicatat dalam laporan sebagai bagian dari kontribusi KAI Group kepada pemerintah.
Dari total kontribusi KAI Group pada 2025, KAI sebagai entitas induk mencatat kontribusi sebesar Rp6,19 triliun, sedangkan seluruh entitas anak memberikan kontribusi sebesar Rp795,89 miliar.
Kontribusi tersebut mencakup Pajak Penghasilan sebesar Rp3,05 triliun, Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp1,47 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp2,27 triliun. KAI Group juga mencatat pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan sekitar Rp113,96 miliar.
Aktivitas entitas anak turut menghasilkan penerimaan daerah melalui pajak restoran sebesar Rp28,66 miliar, pajak hotel sebesar Rp456,90 juta, serta pajak daerah lainnya sebesar Rp47,84 miliar.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, kontribusi kepada negara tumbuh dari aktivitas ekonomi yang digerakkan bersama. l
“Di balik kontribusi Rp6,98 triliun tersebut terdapat aktivitas ekonomi yang digerakkan oleh para pekerja, pelanggan, mitra usaha, dan seluruh entitas KAI Group. Setiap bagian memiliki peran dalam membentuk nilai yang kemudian menjadi penerimaan bagi negara dan daerah,” kata Anne, dikutip Senin (27/7/2026).
Sepanjang 2025, KAI juga melaporkan telah mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku serta tidak menerima peringatan atau sanksi signifikan hingga 31 Desember 2025. Kepatuhan tersebut dijaga melalui pengelolaan administrasi, pelaporan, pembayaran, serta penguatan manajemen risiko perpajakan.
Anne mengatakan, peningkatan kontribusi perlu berjalan beriringan dengan kesehatan perusahaan, keberlanjutan layanan, dan kesejahteraan pekerja. Ketika perusahaan memiliki kinerja yang baik, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat menjangkau ruang yang semakin luas.
“Kereta api membawa jutaan cerita perjalanan. Dari aktivitas tersebut lahir pekerjaan, kesempatan usaha, penghasilan keluarga, serta kontribusi yang kembali kepada negara. KAI akan terus menjaga kinerja dan tata kelola agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








