Laba PT Vale Melonjak 39 Persen, Tembus USD61 Juta di Kuartal II 2026

AKURAT.CO PT Vale Indonesia Tbk., (INCO) membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal II-2026 yang didukung oleh peningkatan produksi dan penguatan harga nikel.
Pada kuartal II-2026, Vale mencatat laba bersih mencapai USD61 juta, meningkat 39% dibandingkan USD44 juta pada triwulan sebelumnya, yang menegaskan pertumbuhan laba Perseroan yang kuat di tengah lingkungan harga yang lebih kondusif.
Sejalan dengan itu, EBITDA Perseroan melonjak 45% secara kuartalan menjadi USD116 juta, didorong oleh peningkatan operating leverage dan efisiensi operasional.
Baca Juga: Produksi Nikel Vale Naik 19% Jadi 16.153 Ton di Kuartal II 2026
Untuk mendukung keberlanjutan operasi dan pengembangan proyek strategis, PT Vale merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar USD116 juta sepanjang kuartal II-2026.
Lebih lanjut, pada 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas tercatat sebesar USD111 juta, dibandingkan USD220 juta pada 31 Maret 2026, hal ini terutama mencerminkan aktivitas investasi yang terus berlangsung selama periode tersebut.
Perseroan tetap berkomitmen pada alokasi modal yang bijaksana dan manajemen likuiditas yang disiplin untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus terus mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Di sisi lain, industri hilirisasi nikel Indonesia terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, yang ditandai dengan tibanya autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi.
Autoclave merupakan sebuah komponen utama dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali milik PT Vale. Bekerja sama dengan GEM Co., Ltd. dan EcoPro.
“Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Vale Percepat Proyek HPAL, Perkuat Rantai Pasok Kendaraan Listrik Indonesia
Dengan datangnya autoclave, Perseroan akan terus mempercepat pengembangan proyek-proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yaitu produk antara yang sangat penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









