Akurat Logo

Tren Pet Care Melesat, Pengiriman Hewan via KAI Logistik Tumbuh 21 Persen

Esha Tri Wahyuni | 1 Agustus 2026, 18:10 WIB
Tren Pet Care Melesat, Pengiriman Hewan via KAI Logistik Tumbuh 21 Persen
Industri pet care terus berkembang. KAI Logistik mencatat pertumbuhan pengiriman hewan peliharaan sebesar 21% pada Semester I 2026.

AKURAT.CO Meningkatnya tren kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia mulai mengubah wajah industri logistik. Tak lagi hanya melayani distribusi barang, layanan logistik kini juga menjadi penunjang mobilitas hewan peliharaan yang semakin dianggap sebagai bagian dari keluarga.

Fenomena tersebut tercermin dari kinerja PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik). Sepanjang Semester I 2026, perusahaan mencatat telah melayani pengiriman sebanyak 90.321 ekor hewan peliharaan, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 74.637 ekor.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman hewan yang aman sekaligus mengedepankan aspek kesejahteraan satwa.

Baca Juga: ASDP Kebut Pengembangan Long Distance Ferry Jawa–NTT untuk Perkuat Logistik

"Sepanjang Semester I Tahun 2026, layanan pengiriman hewan peliharaan KAI Logistik mencatatkan volume sebanyak 90.321 ekor, meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 74.637 ekor," kata Aniek dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Aniek, pertumbuhan tersebut bukan hanya mencerminkan peningkatan kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik, tetapi juga menjadi sinyal berkembangnya ekosistem kepemilikan hewan peliharaan di Indonesia.

Hewan peliharaan kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai peliharaan, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sumber dukungan emosional bagi banyak keluarga.

Dirinya menilai perubahan perilaku masyarakat tersebut ikut mendorong meningkatnya kebutuhan mobilitas hewan, mulai dari relokasi antar kota, proses adopsi, pemeriksaan kesehatan di klinik, hingga perjalanan bersama pemiliknya.

"Hewan peliharaan saat ini telah menjadi bagian dari keluarga bagi banyak masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kebutuhan mobilitas hewan peliharaan juga semakin meningkat, baik untuk keperluan relokasi, adopsi, perawatan kesehatan, hingga perjalanan bersama pemiliknya," ujar Aniek.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, KAI Logistik menerapkan prosedur pengiriman yang mengutamakan kesejahteraan hewan selama perjalanan.

Penanganan dilakukan melalui penggunaan kandang sesuai standar, penyediaan pakan dan air minum yang memadai, hingga pengawasan petugas selama proses pengiriman berlangsung.

"KAI Logistik hadir menjawab kebutuhan tersebut melalui layanan pengiriman yang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, serta kesejahteraan hewan selama proses pengiriman," tuturnya.

Aniek menjelaskan, penerapan prosedur tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan setiap hewan peliharaan tiba di lokasi tujuan dalam kondisi sehat dan aman.

Baca Juga: Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit, Begini Cara Tap In dan Tap Out

Lebih jauh, ia melihat pertumbuhan layanan ini memperlihatkan bahwa peran logistik kini semakin luas. Selain mendukung distribusi barang, layanan logistik juga menjadi penghubung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk komunitas pecinta hewan, pelaku usaha pet shop, breeder, klinik hewan, hingga organisasi penyelamat satwa di berbagai daerah.

"Dengan jaringan layanan yang terus berkembang, KAI Logistik berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih inklusif," kata Aniek.

KAI Logistik optimistis permintaan layanan pengiriman hewan peliharaan masih akan terus meningkat seiring berkembangnya industri pet care nasional dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.

"Ke depan, KAI Logistik akan terus melakukan penyempurnaan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan khususnya pecinta hewan peliharaan," ujar Aniek.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.