PP Properti Tawarkan DP 1 Persen di Danantara Housing Expo 2026

AKURAT.CO PT PP Properti Tbk (PPRO) akan membawa delapan proyek unggulan dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk, Jakarta.
Ajang ini mempertemukan perusahaan BUMN sektor properti, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta pelaku industri pendukung untuk mempermudah masyarakat mendapatkan hunian sekaligus akses pembiayaan.
Baca Juga: PP Properti Gelar RUPS 2025, Ini Hasil Keputusannya
Melalui keikutsertaannya, PP Properti menawarkan beragam pilihan hunian yang menyasar berbagai segmen masyarakat, mulai dari apartemen hingga kawasan hunian terpadu di sejumlah kota.
Delapan proyek yang dipasarkan meliputi Grand Kamala Lagoon-Isabella Tower, Grand Kamala Lagoon-Emerald & Barclay Tower, Gunung Putri Square, Amartha View Apartment, The Alton Residence, Grand Dharmahusada Lagoon, The Ayoma Apartment, dan Grand Sungkono Lagoon.
Selain menawarkan berbagai pilihan proyek, perusahaan juga menyiapkan sejumlah promo pembelian selama pameran berlangsung. Di antaranya uang muka (DP) mulai 1%, suku bunga kredit mulai 2,75%, tenor pembiayaan hingga 30 tahun, serta cicilan mulai Rp1 jutaan. Masing-masing proyek juga menawarkan program promosi yang disesuaikan dengan karakteristik produk dan kebutuhan konsumen.
Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Dyah Rahadyannie, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam Danantara Housing Expo menjadi momentum untuk memperkuat pemasaran di tengah dinamika industri properti.
"Danantara Housing Expo 2026 menjadi wujud sinergi BUMN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang berkualitas. Bagi PPRO, ajang ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan proyek-proyek unggulan kepada masyarakat yang lebih luas," kata Dyah.
Menurutnya, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek sektor properti dengan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan proyek yang lebih selektif, menyesuaikan kebutuhan pasar, serta menghadirkan inovasi produk dan skema pembiayaan yang semakin terjangkau.
Dyah menilai kolaborasi antara pemerintah, BUMN, lembaga pembiayaan, dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional.
Baca Juga: PP Properti Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Rangkaian Program CSR
Melalui pameran tersebut, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai proyek-proyek PPRO secara langsung, berkonsultasi dengan tim pemasaran, melakukan simulasi pembiayaan, hingga memanfaatkan berbagai penawaran khusus yang tersedia selama acara berlangsung.
Keikutsertaan dalam Danantara Housing Expo 2026 diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pasar perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi PPRO dalam mendukung penyediaan hunian yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









