WIFI Ekspansi Bisnis ke Sektor Konstruksi Infrastruktur Digital

AKURAT.CO Emiten teknologi dan ekosistem digital, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dengan kode saham WIFI, secara resmi mengumumkan rencana ekspansi bisnis besar-besaran.
Tidak lagi hanya fokus pada penyediaan layanan internet dan periklanan, Surge kini membidik sektor Konstruksi Sentral Telekomunikasi (KBLI 42206) sebagai lini usaha barunya.
Langkah strategis ini bukan sekadar tambahan di atas kertas, melainkan upaya Surge untuk menjadi pemain end-to-end dalam industri infrastruktur telekomunikasi nasional.
Baca Juga: Internet Rakyat Rp100 Ribu Jadi Senjata Baru WIFI Rebut Pasar Broadband Nasional
Transformasi Menjadi "Pembangun" Infrastruktur
Selama ini, Surge dikenal melalui jaringan serat optik sepanjang ribuan kilometer dan layanan digitalnya.
Dengan penambahan lini usaha konstruksi ini, Perseroan kini memiliki legalitas untuk membangun sendiri pusat-pusat telekomunikasi, menara, hingga jaringan infrastruktur yang lebih kompleks.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (9/8/2026), manajemen menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan dalam industri infrastruktur digital yang sedang tumbuh pesat.
Dengan membangun infrastruktur sendiri, Surge dapat menciptakan efisiensi operasional yang lebih tinggi serta sinergi yang lebih kuat dengan anak-anak perusahaannya.
Angka Fantastis: Proyeksi Cuan Rp929 Miliar
Berdasarkan Laporan Studi Kelayakan dari Penilai Independen (KJPP Syarif, Endang & Rekan), proyeksi finansial dari lini usaha baru ini sangat menggiurkan bagi para investor. Berikut adalah poin-poin kuncinya:
Net Present Value (NPV): Mencapai Rp929,79 Miliar, menunjukkan nilai ekonomi yang sangat positif.
Payback Period (PP): Modal investasi diprediksi akan kembali hanya dalam waktu 1 tahun 5 bulan.
Profitability Index (PI): Berada di angka 8,3, yang berarti setiap investasi yang dikeluarkan memberikan keuntungan berkali-kali lipat.
Bidik Pasar B2B dan Transformasi Nasional
Surge akan memposisikan diri sebagai perusahaan telekomunikasi terintegrasi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur di area komersial, residensial, hingga pemerintahan.
Fokus utamanya adalah pelanggan Business-to-Business (B2B) yang membutuhkan konektivitas tinggi dan pembangunan jaringan di berbagai lokasi secara simultan (multi-site).
"Perseroan meyakini bahwa penambahan KBLI baru ini akan meningkatkan daya saing dalam industri telekomunikasi serta memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.
Siap Gelar RUPSLB
Untuk memuluskan langkah ini, PT Solusi Sinergi Digital Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Jumat, 11 September 2026.
Agenda utama rapat ini adalah meminta persetujuan para pemegang saham untuk mengubah Anggaran Dasar terkait penambahan kegiatan usaha tersebut.
Bagi para investor, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Surge (WIFI) tidak hanya ingin menjadi penonton dalam transformasi digital Indonesia, tetapi ingin menjadi tulang punggung yang membangun jalannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









