Kadin Dorong Tata Kelola AI yang Pro-Inovasi untuk Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Digital

AKURAT.CO Wakil Kepala Badan Bidang Ekosistem dan Regulasi Digital Kadin Indonesia, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan AI di Asia,
Namun momentum tersebut perlu ditopang oleh tata kelola yang membangun kepercayaan sekaligus tetap memberi ruang bagi inovasi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 pada Panel Session #1, “The Regulatory & Association Roundtable: Governing the Intelligent Era”, yang berlangsung di Main Stage, Hall D, Jakarta International Expo.
Baca Juga: Bursa Transfer: Aston Villa dan AS Roma Incar Endrick, Rayu dengan Menit Bermain
INTI 2026 mempertemukan pejabat pemerintah, regulator, pemimpin industri, asosiasi, dan inovator teknologi untuk membahas fondasi ekonomi digital dan era kecerdasan buatan Indonesia.
Dalam paparannya bertajuk “Membentuk Ekosistem Bersama: Tata Kelola dan Kolaborasi AI di Indonesia”, Valdryno menyoroti potensi pasar AI Indonesia sekitar USD70 miliar, proyeksi investasi pusat data AI sekitar Rp360 triliun, serta tingginya adopsi generative AI di kalangan pekerja pengetahuan.
Menurutnya, tiga faktor akan menentukan keberlanjutan momentum tersebut: kepastian arah regulasi, kepercayaan publik, dan standar yang seragam.
Indonesia tidak kekurangan pasar dan potensi. Tantangan Indonesia adalah memastikan tata kelola menjadi enabler bagi pertumbuhan.
"Regulasi harus melindungi masyarakat dan mengelola risiko nyata, tetapi jangan sampai menciptakan friction baru yang menghambat investasi, inovasi, startup, dan UMKM,” ujar Valdryno.
Ia mendorong pendekatan regulasi AI yang risk-based dan proportional, berbasis prinsip dan tidak terlalu preskriptif, serta harmonis lintas sektor.
Industri dan asosiasi, termasuk Kadin, perlu dilibatkan sejak tahap desain kebijakan agar prinsip etika dapat diterjemahkan menjadi praktik yang realistis, berbasis data dan pengalaman implementasi di lapangan.
Valdryno juga menekankan pentingnya menghubungkan agenda talenta dengan kebutuhan industri.
Pemerintah menargetkan penyiapan sedikitnya 9 juta talenta digital; menurutnya, sektor swasta dapat berkontribusi melalui penyusunan kurikulum, penyediaan use case nyata, mentoring, akses komputasi, serta jalur karier yang memungkinkan hasil pelatihan bertransformasi menjadi produktivitas dan inovasi.
Tokoh dan pembicara utama
INTI 2026 turut menghadirkan antara lain Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia; Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital RI; dan Firlie Ganinduto, Kepala Bidang Ekonomi Digital Kadin Indonesia.
Pada Panel Session #1, Valdryno berdiskusi bersama Andianto Haryoko dari Bappenas dan perwakilan asosiasi telekomunikasi, dengan Chaerany Putri, Wakil Kepala Badan Bidang Kepercayaan Digital Kadin Indonesia, sebagai moderator.
Ekosistem yang sehat bukan dibangun oleh satu pemain. Ia dibangun ketika pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat memiliki kepercayaan untuk tumbuh bersama.
"Keputusan hari ini akan menentukan apakah Indonesia hanya menjadi pasar AI, atau ikut menjadi produsen, inovator, dan pusat investasi AI di kawasan,” tutur Valdryno.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









