Akurat Logo

Penumpang MRT Hampir 2 Kali Lipat, Lintas Timur-Barat Dibidik 284 Ribu

Andi Syafriadi | 11 Agustus 2026, 16:08 WIB
Penumpang MRT Hampir 2 Kali Lipat, Lintas Timur-Barat Dibidik 284 Ribu
Ilustrasi Transportasi Umum Busway Transjakarta dan MRT - Chat GPT

AKURAT.CO Jumlah pengguna MRT Jakarta terus meningkat sejak moda transportasi tersebut mulai beroperasi pada 2019. Dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun, rata-rata penumpang harian MRT Jakarta naik dari sekitar 70.000 menjadi 135.000 orang.

Pertumbuhan pengguna tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan jaringan MRT Jakarta, termasuk lintas Timur-Barat yang akan menghubungkan Medan Satria di Bekasi hingga Tomang di Jakarta Barat.

Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud mengatakan lintas Timur-Barat ditargetkan mampu melayani hingga 284.000 penumpang per hari setelah beroperasi.

Baca Juga: Proyek MRT Jakarta Timur-Barat Mulai Lelang, Target Operasi 2031

Lintas tersebut direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2031 mendatang.

"Saat ini kita sedang membangun jalur Timur-Barat, Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan," kata Farchad dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dengan target 284.000 penumpang per hari, kapasitas pengguna lintas Timur-Barat nantinya diproyeksikan lebih dari dua kali lipat jumlah pengguna MRT Jakarta saat ini.

Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan transportasi publik bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi, khususnya dari kawasan timur Jakarta dan Bekasi.

Lintas Timur-Barat akan melewati sejumlah kawasan strategis, mulai dari Kembangan, Kebon Jeruk, Tomang, Grogol, Thamrin, Senen, Cempaka Baru, Pulogadung, Penggilingan, Pulo Gebang, Ujung Menteng hingga Medan Satria.

Farchad mengatakan pembangunan jalur Timur-Barat dilakukan bersamaan dengan pengerjaan perpanjangan MRT lintas Utara-Selatan menuju Kota.

Untuk lintas Utara-Selatan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 63%. MRT Jakarta menargetkan layanan hingga Kota dapat dinikmati masyarakat pada 2029.

Baca Juga: Ruang Publik Blok A Diubah, MRT Jakarta Kejar Ridership

Kinerja operasional MRT Jakarta juga menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan penggunaan transportasi massal tersebut.

MRT Jakarta mencatat tingkat ketepatan waktu atau on-time performance mencapai 99,9%. Angka tersebut menunjukkan tingkat ketepatan jadwal perjalanan yang tinggi dalam operasional MRT.

Pertumbuhan pengguna dan perluasan jaringan MRT juga dibarengi dengan pendekatan pengembangan kawasan. MRT Jakarta mengembangkan konsep integrasi transportasi dengan kawasan melalui skema creative financing.

Skema tersebut dikembangkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan kawasan tanpa sepenuhnya mengandalkan pendanaan dari fiskal pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Dengan jaringan yang semakin luas, MRT Jakarta tidak hanya mengejar penambahan jumlah penumpang, tetapi juga membangun ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi di sepanjang koridor.

Lintas Timur-Barat nantinya menjadi salah satu koridor penting yang menghubungkan kawasan barat Jakarta, pusat kota, Jakarta Timur hingga Bekasi.

Target 284.000 penumpang per hari menjadi indikator penting untuk mengukur seberapa besar jaringan baru tersebut mampu menarik masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.