Perkuat Infrastruktur Pelabuhan, Karya Pacific Energy (IATA) Siapkan Capex Rp200 Miliar

AKURAT.CO PT Karya Pacific Energy Tbk. (IATA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) ratusan miliar untuk pengembangan infrastruktur pelabuhan batu bara di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Arthaco Prima Energy (APE).
Sekadar informasi, PT Karya Pacific Energy Tbk. merupakan nama baru dari PT MNC Energy Invesments Tbk. yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
Wakil Presiden Direktur Karya Pacific Energy, Kahar Chua mengatakan, pengembangan pelabuhan tersebut masih terus berjalan seiring dengan upaya perseroan meningkatkan kapasitas produksi dan pengiriman batu bara pada tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Angkutan Batu Bara KAI Tembus 5,13 Juta Ton pada Juli 2026, Naik 6,05 Persen
“Untuk Capex ini kita sedang masih berkembang ya, karena untuk pelabuhan di APE, di IUP kita, Artacho Prima Energi, masih terus lanjut dibangun” kata dalam konferensi pers launching logo PT Karya Pacific Energy Tbk., dikutip Selasa (11/8/2026).
Kahar menjelaskan, pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut telah dimulai sejak kuartal II-2025. Tahap awal pembangunan difokuskan pada akses jalan sepanjang sekitar 10 kilometer dengan konsep all weather road untuk mendukung aktivitas operasional dan distribusi batu bara.
Setelah pembangunan akses jalan, perseroan melanjutkan pengembangan fasilitas pelabuhan. Saat ini, fasilitas tersebut telah memiliki kapasitas stockpile batu bara hingga sekitar 300.000 ton.
“Kemudian untuk kegiatan muat kita satu bulan bisa mencapai angka 300 ribu juga, artinya kalau kita setahun itu minimal 3 juta aman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kahar menyampaikan, pengembangan infrastruktur pelabuhan tidak berhenti pada fasilitas yang telah tersedia saat ini. Perseroan masih menyiapkan pembangunan conveyor yang diharapkan bakal kian mempercepat proses loading batu bara langsung ke atas kapal angkut.
Kahar mengungkapkan, untuk Capex digelontorkan untuk pengembangan conveyor di pelabuhan tersebut mencapai Rp200 miliar.
“Nilai yang sudah kita tetapkan itu untuk pembangunan conveyor itu total pelabuhannya itu sekitar Rp200 miliar,” tutur Kahar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






