PLN Sigakan Sistem Kelistrikan Nasional Jelang HUT RI ke-81

AKURAT.CO PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional untuk mengawal peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, perseroan telah melakukan siaga selama lebih dari dua pekan dengan mengerahkan personel dan peralatan untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan berjalan lancar.
“Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” kata Darmawan di PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat yang disiarkan langsung di Gedung PLN UIP2B Jamali, Minggu (16/8/2027) dini hari.
Baca Juga: Gerak Cepat, PLN Berhasil Pulihkan 88 Persen Pelanggan Usai Gempa NTT
Darmawan menyebut, kesiapan sistem kelistrikan juga didukung oleh ketersediaan energi primer untuk pembangkit. Pasokan batu bara, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) disebut berada dalam kondisi aman.
Dirinya mengapresiasi dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, dalam memastikan kebutuhan energi primer pembangkit PLN maupun pembangkit mitra terpenuhi.
“Sehingga pasokan batubara, baik itu juga pasokan gas, pasokan BBM dalam kondisi yang sangat baik,” ujarnya.
Darmawan menegaskan, kesiapsiagaan PLN tidak hanya difokuskan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga mencakup respons cepat terhadap kondisi kelistrikan di berbagai wilayah.
Salah satunya, sistem kelistrikan Kalimantan yang sebelumnya mengalami gangguan pada sisi pembangkit, kini telah pulih bertahap.
“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat dan membaik, kami akan terus kawal,” tutur Darmawan.
Di sisi lain, PLN juga memantau sistem kelistrikan di kawasan Indonesia Timur, termasuk Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.
Darmawan menyampaikan, gempa bumi yang terjadi di Flores sempat mengganggu sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Namun, PLN telah melakukan pemulihan secara bertahap.
“Dengan adanya gempa bumi ini sempat terjadi gangguan sistem kelistrikan di Flores ini, tetapi satu per satu sistem gangguan itu berhasil kami atasi,” pungkasnya.
Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit mencapai 51,6 GW, sehingga tersedia cadangan daya yang mencukupi sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen.
Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus.
Kesiapan tersebut diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.286 unit gardu bergerak sebagai cadangan pasokan listrik.
Untuk mempercepat penanganan di lokasi, PLN juga menyiagakan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









