Akurat Logo

Lalu Lintas Tanker di Selat Hormuz Melambat, Harga Minyak Brent Tembus USD88,72 per Barel

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 17 Agustus 2026, 16:01 WIB
Lalu Lintas Tanker di Selat Hormuz Melambat, Harga Minyak Brent Tembus USD88,72 per Barel
Ilustrasi harga minyak dunia naik

AKURAT.CO Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan awal Senin (17/8/2026), setelah lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz melambat sepanjang akhir pekan.

Kondisi tersebut terjadi di tengah belum adanya kepastian kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Senin (17/8/2026) kontrak berjangka minyak mentah Brent naik tipis 20 sen atau 0,2% menjadi USD88,72 per barel.

Baca Juga: Lifting Minyak 610.000 Barel di RAPBN 2027 Terlampau Ambisius?

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 5 sen menjadi USD82,35 per barel.

Kedua kontrak tersebut sebelumnya telah menguat lebih dari 5% sepanjang pekan lalu setelah terjadi serangan terhadap kapal tanker yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) di Selat Hormuz serta serangan terhadap kilang Saudi Aramco.

Pergerakan harga minyak masih dibayangi risiko gangguan pasokan energi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada akhir pekan menyatakan bahwa Iran belum memutuskan untuk kembali melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump meminta masyarakat Amerika menerima kenaikan harga bensin selama konflik masih berlangsung.

Analis pasar IG, Tony Sycamore mengatakan, pasar masih memperhitungkan risiko gangguan pasokan minyak, sementara pelaku pasar juga mencermati kemungkinan munculnya jalur alternatif untuk meredakan ketegangan.

"Kedua belah pihak masih bersikeras pada pendirian masing-masing, dan pasar kini menimbang risiko pasokan yang lebih ketat dibandingkan dengan adanya solusi alternatif serta jalur-jalur informal lainnya," kata Tony.

Data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz melambat selama akhir pekan akibat serangan terhadap kapal tanker.

Data pelacakan kapal dari Kpler menunjukkan bahwa 5 kapal komoditas melintasi selat tersebut pada hari Sabtu dan tidak ada satu pun yang tercatat pada hari Minggu, dibandingkan dengan 31 kapal pada akhir pekan sebelumnya.

Uni Emirat Arab menuduh Iran menyerang kapal ketiga yang dioperasikan oleh ADNOC saat melintasi selat tersebut pada hari Jumat setelah sebelumnya menuduh Iran terlibat dalam dua insiden lain yang melibatkan kapal ADNOC di selat yang sama pada Kamis malam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.