Seserahan Pernikahan dalam Islam: Bolehkan dengan Barang-Barang Mahal?

AKURAT.CO Seserahan merupakan suatu pemberian yang disiapkan calon pengantin untuk melangsungkan pernikahan. Meski bersifat hadiah, nyatanya seserahan telah menjadi kebiasaan bahkan dilakukan dengan barang-barang mewah dan mahal. Maka bagaimana Islam memandang hal ini?
Dilansir dari berbagai sumber, Islam memandang seserahan atau hantaran pernikahan sebagai suatu hibah, yakni hadiah atau pemberian di luar mas kawin pernikahan, yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya ketika melangsungkan pernikahan.
Seserahan pada dasarnya mengandung makna nafkah sebagai tanggung jawab dalam kehidupan rumah tangga. Adanya seserahan menjadi tanda dari kesanggupan calon pengantin pria memberikan harta benda untuk memenuhi kebutuhan pihak perempuan.
Baca Juga: Gunakan Adat Bali, Laura Theux Beri Seserahan Ini Kepada Indra Brotolaras
Meski begitu, seserahan tidak disifati sebagai suatu kewajiban dalam Islam, namun tetap boleh dilakukan sesuai dengan kesanggupan seseorang. Maknanya, baik ada atau tidaknya seserahan tidak akan berpengaruh pada sah atau tidaknya akad pernikahan.
Dalam hal ini, memberikan seserahan juga harus dilakukan dengan memerhatikan sejumlah syarat dan ketentuan berikut:
1. Dilakukan sesuai kesanggupan
Meski sudah menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan pernikahan di masyarakat Indonesia, namun seserahan tetap harus didasari pada kesanggupan seseorang, serta dilakukan tanpa paksaan ataupun keberatanD
2. Diniatkan sebagai hadiah
Pemberian seserahan pernikahan diniatkan sebagai hibah atau hadiah kepada calon istri. Di sisi lain, pihak perempuan juga tidak boleh memanfaatkan pemberian seserahan sebagai tuntutan kepada pihak laki-laki.
3. Bukan sebagai ajang pamer
Apabila pemberi seserahan merupakan pihak yang mapan dan berada, maka kesanggupannya memberikan seserahan dengan barang-barang mewah dan mahal pada dasarnya tetap dibolehkan, dengan syarat tidak diniatkan untuk sombong, pamer, ataupun merendahkan pihak lainnya.
Baca Juga: Viral Pernikahan Sultan di Jember, Seserahan Bawa Motor Vespa, iPhone, hingga Mobil
Di sisi lain, barang-barang untuk seserahan dapat ditentukan sesuai dengan kebutuhan pada aktivitas sehari-hari. Seperti yang biasa digunakan, yakni perlengkapan salat, Al-Quran, pakaian, sepatu, produk kecantikan tubuh dan wajah, makanan, dan lain sebagainya.
Meski begitu, seserahan juga tidak selalu dibebankan kepada pihak laki-laki. Dengan kata lain, pihak perempuan pun dapat menjadi pemberi seserahan kepada laki-laki sesuai dengan adat dan budaya tertentu yang dianut para calon pengantin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








