Memposting Konten dengan Menggunakan Brand Pro Israel, Beberapa Idol Kpop Seperti Jeon Somi Tuai Cibiran

AKURAT.CO Warga di berbagai penjuru dunia yang mendukung Palestina dan mengecam genosida yang tengah terjadi masih terus menggalakkan seruan untuk memboikot beberapa merek dan perusahaan yang mendukung Israel.
Kritik dan protes tak terelakkan, terutama terhadap publik figur yang terang-terangan masih menggunakan produk dari merek yang terlibat dalam dukungan terhadap Israel, seperti Jisoo Blackpink, Seulgi Red Velvet, hingga Jeon Somi.
Mereka terlihat masih mengkonsumsi produk dari Starbucks, yang merupakan salah satu merek yang tengah diboikot.
Dalam rekaman video yang dibagikan oleh Jeon Somi di akun TikTok pribadinya @somi_official_, terlihat bahwa penyanyi tersebut sedang meneguk minuman dari sebuah gelas tumbler yang bertuliskan logo Starbucks.
Penggemar K-pop dan pengguna internet, langsung membanjiri kolom komentar, banyak penggemar yang terkejut, bahkan beberapa di antaranya mengungkapkan kritik terhadap perilaku yang dianggap kurang empati
“Tumblernya ga bau darah kah?” ujar warganet dengan akun TikTok @macaroong.
“Dia melakukannya dengan sengaja. Dia pasti tahu apa yang sedang terjadi,” ungkap akun TikTok @aziaelsoeki pada kolom komentar akun TikTok penyanyi solo ini.
Dan juga banyak yang beranggapan bahwa Starbucks tengah mengendorse banyak idol kpop untuk produknya, karena sejak November 2023 nilai pasar saham perusahaan tersebut turun hingga sekitar sembilan persen.
Baca Juga: Tempat Seru Malam Tahun Baru
Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat konflik Israel - Palestina terus meningkat, mencapai sekitar puluhan ribu orang.
Bagi mereka yang tinggal di Jalur Gaza, bertahan hidup di malam hari dianggap sebagai keajaiban. Perasaan pahit juga dialami oleh para sandera dan keluarga korban.
Karena itu, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, berbagai produk yang terkait dengan dukungan terhadap Israel, seperti KFC, Pizza Hut, McDonald's, Starbucks, Burger King, dan sejumlah merek lainnya, terus diboikot oleh masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










