Akurat
Pemprov Sumsel

Cak Lontong Siap Hidupkan Kembali Ancol, Fokus Inovasi dan Seni Budaya

Yusuf | 30 April 2025, 21:02 WIB
Cak Lontong Siap Hidupkan Kembali Ancol, Fokus Inovasi dan Seni Budaya

AKURAT.CO Komedian ternama Lies Hartono, yang lebih dikenal dengan nama panggung Cak Lontong, resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 25 April 2025. Menanggapi penunjukan tersebut, Cak Lontong menyatakan dirinya sudah mulai menerima berbagai arahan, termasuk dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Menurutnya, arahan tersebut menjadi bagian penting karena Ancol merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki tanggung jawab besar untuk memberi manfaat bagi Pemprov DKI Jakarta serta masyarakat luas. “Sudah pasti saya menerima arahan dari Pak Gubernur, karena ini BUMD yang harus memberi dampak positif bagi warga Jakarta,” ujar Cak Lontong, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga: Tim Pemenangan Pramono-Rano Bertabur Bintang, Cak Lontong Jadi Ketuanya

Fokus Pengembangan: Inovasi dan Ekonomi Transaksional

Cak Lontong menjelaskan bahwa salah satu arahan utama dari Gubernur Pramono adalah tentang pentingnya inovasi dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata Ancol. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar kawasan Ancol tidak hanya menarik lebih banyak pengunjung, tetapi juga mampu menghidupkan kembali transaksi ekonomi yang sempat melambat.

“Pengunjung Ancol tahun 2024 itu sudah menyentuh angka 10 juta. Tapi ke depan, targetnya bukan cuma jumlah kunjungan, tapi bagaimana mendorong lebih banyak transaksi ekonomi dari pengunjung yang datang,” jelasnya. Dia menekankan pentingnya menciptakan pengalaman yang lebih menarik dan beragam, sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk rekreasi semata, tetapi juga ikut mendukung sektor UMKM dan ekonomi lokal.

Angin Segar untuk Pasar Seni dan Budaya Ancol

Berbekal latar belakangnya di dunia hiburan, Cak Lontong juga menerima banyak aspirasi dari para seniman dan budayawan. Mereka berharap dia bisa menjadi jembatan untuk menghidupkan kembali Pasar Seni Ancol, sebuah kawasan seni yang sempat berjaya pada era 80 hingga 90-an namun kini mulai dilupakan generasi muda.

“Banyak teman-teman seniman yang menitipkan pesan agar Pasar Seni dihidupkan kembali. Dulu itu jadi ikon Kebudayaan Jakarta, tapi sekarang sudah jarang disorot,” ucapnya. Dia berkomitmen untuk mengusulkan program-program revitalisasi kawasan seni dan budaya tersebut sebagai bagian dari strategi menarik kunjungan wisata edukatif.

Dorong Konsep Edutainment: Hiburan yang Mendidik

Lebih lanjut, Cak Lontong menyoroti pentingnya menghadirkan nilai edukasi dalam konsep rekreasi masa kini. Menurutnya, destinasi wisata modern harus mampu menggabungkan elemen hiburan dengan pembelajaran yang menyenangkan atau edutainment.

“Ancol ke depan harus jadi tempat yang bukan cuma menyenangkan, tapi juga bisa memberikan nilai tambah secara edukatif, terutama bagi anak-anak dan keluarga,” katanya.

Baca Juga: Ancol Targetkan 150 Ribu Pengunjung Saat Puncak Libur Nataru

Rapat Perdana dan Kolaborasi Lintas Sektor

Cak Lontong juga mengungkapkan bahwa rapat perdana antara direksi dan komisaris baru PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dijadwalkan berlangsung pada Jumat siang setelah salat Jumat.

Dalam rapat itu, mereka akan mulai menyusun program strategis untuk masa depan Ancol.

“Kami akan mulai dari nol, menentukan arah ke depan. InsyaAllah Jumat ini kita mulai bahas bersama,” ungkapnya.

Komisaris Baru Ancol: Perpaduan Kompetensi dan Pengalaman

Dalam RUPST tersebut, selain Cak Lontong, dua tokoh penting juga ditunjuk sebagai komisaris, yaitu mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa ketiganya dipilih berdasarkan rekam jejak, kemampuan profesional, dan kontribusi potensial mereka.

“Penunjukan ini bukan semata-mata karena popularitas, tapi karena kemampuan mereka yang relevan untuk membenahi dan mengembangkan Ancol secara berkelanjutan,” ujar Pramono.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R