Majelis Hakim Tegaskan Ammar Zoni Wajib Hadir Saat Sidang Pembuktian

AKURAT.CO Aktor Ammar Zoni kembali menyampaikan permohonan untuk hadir secara langsung di ruang sidang dalam lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya.
Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menegaskan bahwa kehadiran fisik Ammar baru diwajibkan saat persidangan memasuki fase pembuktian. Permintaan tersebut disampaikan Ammar dalam persidangan yang digelar secara virtual pada Kamis, 20 November.
Baca Juga: Ammar Zoni Minta Sidang Tatap Muka, Kondisinya Baik di Lapas Nusakambangan
Dia meminta izin untuk hadir langsung pada agenda pembacaan putusan sela pekan depan, yang akan menentukan kelanjutan sidang terkait eksepsi atau nota keberatan yang diajukan tim hukumnya.
"Yang Mulia, izin. Apakah diperbolehkan kami hadir offline saat pembacaan putusan sela minggu depan?" ujar Ammar melalui sambungan daring.
Majelis hakim mengonfirmasi bahwa permohonan tersebut telah diterima secara administratif. Namun, hakim menilai bahwa kehadiran terdakwa belum mendesak pada agenda putusan sela.
“Majelis berpendapat bahwa untuk putusan sela, kehadiran Saudara belum diperlukan. Kehadiran fisik justru dibutuhkan saat tahap pembuktian,” tegas hakim ketua.
Hakim juga menegaskan bahwa proses persidangan masih mengikuti Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) mengenai penyelenggaraan sidang secara elektronik, sehingga kehadiran virtual tetap sah sepanjang belum memasuki tahap yang membutuhkan keterangan langsung dari terdakwa.
“Nanti saat pembuktian, jika keterangan Saudara diperlukan, barulah hadir langsung,” tambah hakim.
Ammar Zoni kemudian menyampaikan harapannya agar majelis hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya atas perkara yang dihadapinya.
“InsyaAllah, kami berdoa agar Yang Mulia bisa memberikan keadilan yang sebenar-benarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Jaksa Sebut Ammar Zoni Pemasok Utama Narkotika di Rutan Salemba
Menanggapi itu, hakim memberikan jawaban bijak mengenai makna keadilan di ruang peradilan.
“Kami berusaha memberikan keadilan menurut hukum. Namun, adil bagi satu pihak belum tentu adil bagi pihak lain. Kami hanya berusaha semampu kami,” tutup hakim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








