Hanung Bramantyo Bicara Blak-blakan soal Speaker Masjid, Singgung Empati

AKURAT.CO Sutradara kondang Hanung Bramantyo kembali menarik perhatian publik lewat pandangannya yang progresif terkait tata kelola masjid di Indonesia.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik untuk beribadah, tetapi juga sebagai simbol keramahan Islam yang seharusnya bisa dirasakan oleh semua kalangan, tanpa memandang latar belakang keyakinan.
Menanggapi polemik penggunaan pengeras suara masjid, suami Zaskia Adya Mecca ini menegaskan bahwa pengaturan penggunaan speaker merupakan bagian dari ijtihad dalam beragama.
“Itu adalah bagian dari ijtihad kami ketika membangun masjid. Masjid harus bisa memberi rahmat bagi siapa pun, tidak hanya umat Islam,” ujar Hanung di Jakarta Selatan.
Ia menekankan pentingnya mengedepankan nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, sekat-sekat perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati.
“Kalau kita tidak bisa bersama dalam ibadah, maka kita harus bersama dalam kemanusiaan,” katanya.
Hanung juga menyoroti penggunaan speaker luar masjid yang dinilai kerap melampaui fungsi utamanya sebagai penanda waktu salat.
Ia menilai penggunaan yang tidak tepat justru dapat menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan bagi sesama umat Muslim.
“Speaker masjid itu sensitif. Bukan hanya non-Muslim, umat Islam sendiri kadang merasa terganggu jika tidak digunakan pada tempat dan waktunya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penggunaan pengeras suara seharusnya dibatasi, misalnya untuk azan, dan tidak digunakan secara berlebihan untuk kegiatan lain seperti tadarus atau kajian.
Menurut Hanung, daya tarik Islam tidak terletak pada kerasnya suara, melainkan pada sikap dan perilaku umatnya.
“Tidak ada orang masuk Islam karena speaker. Orang tertarik karena kesantunan, karena kepedulian kita terhadap sesama,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada nilai-nilai keadaban dan kepedulian sosial, termasuk terhadap isu kemanusiaan global.
Di akhir pernyataannya, Hanung berharap masjid dapat kembali menjadi pusat ilmu, kedamaian, dan ruang inklusif bagi semua.
“Saya ingin menunjukkan bahwa Islam itu kompak, santun, intelektual, dan inklusif,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









