Akurat
Pemprov Sumsel

Eksplorasi Luka Fatherless, Film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Tayang 9 April

Nuzulul Karamah | 3 April 2026, 14:35 WIB
Eksplorasi Luka Fatherless, Film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Tayang 9 April
Konferensi pers film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya Di Kuningan, Jakarta, Kamis (242026). Nuzulul Karamah

AKURAT.CO Industri layar lebar Indonesia bersiap menyambut sebuah drama keluarga penuh refleksi melalui film "Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?"

Karya terbaru sutradara Kuntz Agus ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 9 April 2026.

Diadaptasi dari buku mega best-seller karya Khoirul Trian, film ini membawa isu sensitif yang jarang terjamah, yakni fenomena fatherless dan kerinduan akan sosok pelindung dalam keluarga.

Baca Juga: Jadwal Tayang dan Sinopsis Film Aku Harus Mati di Bioskop Indonesia, Horor dengan Pesan Mendalam!

​Sutradara Kuntz Agus menjanjikan pengalaman sinematik yang tidak terburu-buru. Alih-alih memberikan drama instan, dia memilih untuk membangun keterikatan batin penonton secara bertahap.

​“Di film ini kita akan berada dalam fase-fase emosi yang cukup pelan tapi dalam di bagian depan, terus mendapatkan simpul dan ancang-ancang untuk sebuah ledakan yang besar di belakang,” ungkap Kuntz dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

​Produser Soemijato Muin menambahkan bahwa pemilihan kekayaan intelektual (IP) ini didasari atas keresahan sosial mengenai peran ayah yang sering kali absen secara psikologis maupun fisik dalam tumbuh kembang anak.

​“Ini menyuarakan apa yang selama ini tidak pernah disuarakan mengenai ayah. Ada istilah fatherless, ada istilah father hunger. Dari situ kita mengambil IP ini dan kita develop untuk dijadikan, dialih-visualkan ke media film,” tutur Soemijato.

​Keberhasilan membangun emosi yang mendalam rupanya didukung oleh chemistry kuat di balik layar.

Mawar de Jongh mengakui bahwa memerankan anak sulung dengan beban batin berat bukanlah perkara mudah, terutama saat menghadapi adegan-adegan krusial.

​"Jadi memang ada satu adegan yang cukup intens dan cukup panjang. Dan pastinya deg-degan banget ketika pertama kali baca kayak gimana ya nanti kira-kira gitu," ujar Mawar.

​Untuk mengatasi kegugupan tersebut, para pemain membangun sebuah ritual kecil setiap sebelum pengambilan gambar dimulai.

​"Puji Tuhan aku ditemani teman-teman yang luar biasa, sebelum take kita selalu pegangan tangan kayak menyamakan visi, kita pasti bisa, dan memberikan energi positif terhadap satu sama lain," tambah Mawar.

​Hal serupa juga dirasakan oleh Rey Bong. Baginya, komunikasi emosional paling kuat justru lahir dari keheningan dan perhatian tulus di lokasi syuting, terutama dari sosok Unique Priscilla.

​"Kami cuma butuh melihat mata satu sama lain dan berpegangan tangan gitu. Dan yang paling peka itu adalah Mama (Unique Priscilla) gitu. Jadi Mama sangat-sangat menjaga Darin dan Dira gitu, mau off set dan on set," jelas Rey.

Baca Juga: 7 Potret Tampan Rey Bong, Raih Penghargaan Pendatang Baru Paling Ngetop

Film Ayah Ini Arahnya Kemana, Ya? pada dinamika antara Dira (Mawar de Jongh) dan Darin (Rey Bong). Kehidupan mereka yang semula tenang berubah menjadi badai saat sang ibu, Lia (Unique Priscilla), yang merupakan tulang punggung keluarga, mengalami kecelakaan fatal.

​Kepergian sang ibu perlahan menguak tabir yang selama ini disembunyikan oleh sang ayah, Yudi (Dwi Sasono)—mulai dari tumpukan utang hingga kebenaran pahit yang tak lagi bisa ditutupi.

Di tengah kekacauan itu, Dira dan Darin harus berjuang menentukan arah hidup mereka sendiri saat sosok ayah yang mereka kenal kian terasa asing.

​Film ini didukung oleh sederet aktor lintas generasi yang menjanjikan akting berkualitas​ yakni Mawar de Jongh, Rey Bong, ​Dwi Sasono, ​Unique Priscilla, ​Baskara Mahendra, ​Kiara Mckenna ,​Dinda Kanyadewi, dan ​Azami Syauqi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.