Akurat
Pemprov Sumsel

Iwet Ramadhan Pastikan Judul Film ‘Aku Harus Mati’ Legal dan Lolos Sensor LSF ​

Nuzulul Karamah | 7 April 2026, 22:39 WIB
Iwet Ramadhan Pastikan Judul Film ‘Aku Harus Mati’ Legal dan Lolos Sensor LSF   ​
Iwet Ramadhan

AKURAT.CO, Di balik judulnya yang menuai kontroversi dan dinilai provokatif, film horor terbaru ‘Aku Harus Mati’ ternyata menyimpan pesan kritik sosial yang mendalam.

Head of Creative Strategic Promotion film tersebut, Iwet Ramadhan, mengungkapkan bahwa pemilihan judul tersebut bukanlah tanpa alasan, melainkan representasi dari inti cerita.

​Iwet menjelaskan bahwa narasi film ini berupaya memotret realitas pahit mengenai obsesi masyarakat terhadap kemewahan semu di media sosial.

Baca Juga: Horor Pinjol dan Ambisi Semu, Film Aku Harus Mati Teror Bioskop Mulai 2 April ​

Film ini menyoroti bagaimana gaya hidup hedonistik sering kali menuntut pengorbanan yang tidak masuk akal.

​"Jangan sampailah kita flexing-flexing di sosial media, kelihatan hidupnya hedon, tapi ternyata jual jiwa demi harta. Itu adegannya di situ. Makanya tuh ditonton dulu," tegas Iwet dalam klarifikasinya melalui sambungan video, Senin (6/4/2026).

​Dia menambahkan bahwa judul tersebut dipetik langsung dari naskah film untuk memperkuat urgensi pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.

​Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai judul yang dianggap ekstrem, pihak rumah produksi memastikan bahwa seluruh aspek film, mulai dari judul hingga materi promosi, telah melalui prosedur hukum yang berlaku.

Iwet menegaskan bahwa Lembaga Sensor Film (LSF) telah memberikan lampu hijau setelah evaluasi ketat.

​Iwet menghargai proses evaluasi mendalam yang dilakukan lembaga terkait sehingga judul tersebut dinyatakan layak tayang.

​Iwet menambahkan, seluruh materi promosi luar ruang di berbagai titik strategis dipastikan memiliki izin resmi dan sah secara hukum.

​Pemilihan genre horor diakui sebagai langkah strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas di Indonesia.

Sebagai sosok yang memulai debutnya sebagai perwakilan produser, Iwet melihat horor bukan sekadar sarana menakut-nakuti, melainkan alat komunikasi massa yang efektif.

​"Film horor itu adalah medium yang paling dekat dengan masyarakat dan paling disukai oleh masyarakat, jadi pasti jangkauannya sangat luas," tutupnya.

Baca Juga: Iwet Ramadhan Tepis Kabar Kedekatan Luna Maya dengan Faisal Nasimuddin

​Melalui film ini, tim produksi berharap penonton tidak hanya merasakan sensasi ketegangan, tetapi juga membawa pulang perenungan tentang bahaya mengejar harta dengan menghalalkan segala cara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.