Seringai Masih Nyaman dengan Format Trio, Belum Putuskan Gitaris Tetap
AKURAT.CO Unit high-octane rock asal Jakarta, Seringai, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait teka-teki pengisi posisi gitaris tetap.
Meski saat ini panggung mereka dibantu oleh musisi tambahan, band yang kini digawangi oleh Arian 13, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod ini menegaskan belum ada nama resmi untuk menggantikan mendiang Ricky Siahaan.
Dua nama yang santer dibicarakan, Angga Kusuma dan Darma Respati, dikonfirmasi masih berstatus sebagai musisi pendukung.
Sammy Bramantyo menjelaskan bahwa Seringai tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan besar mengenai keanggotaan band.
Baca Juga: Ricky Siahaan Tutup Usia Usai Konser di Tokyo: Gitaris Seringai dan Manajer Iko Uwais Berpulang
Bagi Seringai, menemukan gitaris bukan sekadar urusan teknis permainan, melainkan menjaga nyawa musik mereka. Sammy menekankan pentingnya proses adaptasi secara alami.
“Kalau ditanya apakah dua teman kami ini akan bergabung sebagai personel tetap, jawabannya belum tahu. Kami masih ingin melihat prosesnya, termasuk chemistry,” ujar Sammy di Gedung Menara Kompas, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Sammy memaparkan bahwa band saat ini beroperasi dengan sistem ganda sesuai kebutuhan.
Menariknya, dalam proyek album terbaru bertajuk IV: Anastasis, seluruh isian gitar dipercayakan kepada Angga Kusuma (Taring/Dead Vertical). Namun, kontribusi besar tersebut tetap belum menjadi jaminan posisi tetap.
"Belum tahu, belum tahu jawabannya karena kami ingin ada proses perkenalan segala macam, apakah chemistrynya cocok, bagaimana kalau nanti kita menulis lagu bersama dan lain-lain," jelas Sammy.
Pihak band juga menegaskan bahwa mereka tidak sedang mencari "pengganti" dalam arti harfiah, karena sosok Ricky Siahaan memiliki tempat tersendiri dalam sejarah band.
"Kita juga tidak berusaha Angga menggantikan Ricky enggak," tegasnya lagi.
Drummer Edy Khemod menambahkan bahwa langkah ini diambil demi menjaga kualitas dan karakter musik Seringai yang sudah terbangun puluhan tahun.
Baca Juga: Rakyat Bergerak, Band Seringai Tulis 7 Desakan Pada Pemerintah
Keputusan ini menjadi bagian dari masa transisi emosional pasca kehilangan Ricky yang meninggal dunia akibat serangan jantung di Tokyo, April 2025 lalu.
Hingga saat ini, pintu kolaborasi masih terbuka lebar, namun untuk status personel tetap, Seringai memilih untuk membiarkan waktu dan proses kreatif yang menjawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









