Hancurnya Kepercayaan Clara Shinta: Gugat Cerai Muhammad Alexander Assad Usai Skandal Video Call Sex

AKURAT.CO, Selebgram Clara Shinta akhirnya memilih jalan perpisahan sebagai ujung dari kemelut rumah tangganya.
Didampingi kuasa hukumnya, Clara resmi mendaftarkan gugatan cerai terhadap suaminya, Muhammad Alexander Assad, ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Keputusan drastis ini diambil setelah Clara mendapati sang suami melakukan tindakan tak terpuji berupa video call sex (VCS) dengan perempuan lain pada akhir Maret lalu.
Baca Juga: Sesali Kegaduhan di Medsos, Clara Shinta Minta Maaf dan Pilih Fokus Masa Depan Anak
Bagi Clara, tindakan tersebut bukan sekadar perselingkuhan biasa, melainkan penghancuran terhadap fondasi keluarga yang selama ini dia banggakan.
Sambil menahan tangis, Clara mengungkapkan bahwa proses pendaftaran gugatan ini adalah momen yang sangat menyiksa batinnya.
Dia tak menampik bahwa perasaan cinta terhadap suaminya masih ada, namun logika dan harga dirinya menuntut ketegasan.
"Sejauh ini insyaAllah saya mantap berpisah, sudah didaftarkan ke Pengadilan Agama Jaksel. Mohon doa dan kekuatannya karena berpisahnya juga ini enggak mudah. Saya juga terseok-seok ini. Mau mati rasanya saya kalau harus berpisah sama suami saya karena saya cinta sama dia," ucap Clara Shinta dengan emosional.
Selama ini, Clara memandang Alexander Assad sebagai figur kepala keluarga yang ideal.
Pengkhianatan ini menjadi pukulan telak karena dia sama sekali tidak melihat celah keburukan pada suaminya sebelum kasus ini mencuat.
"Padahal saya pikir dia itu sosok pria yang sempurna. Sempurna karena saya tidak melihat yang lain. Dia sayang anak, sayang istri, dan rajin ibadah. Saya benar-benar syok," ungkapnya.
Lebih lanjut, ibu dua anak ini menegaskan bahwa dampak dari perbuatan suaminya telah melukai hati anak-anak mereka.
Dia merasa tanggung jawab moral sang suami sebagai pelindung keluarga telah runtuh.
"Saya merasa bukan saya dikhianati, tapi dia mengkhianati keluarga kami, dia mengkhianati anak-anak kami," tutur Clara tegas.
Baca Juga: Pahitnya Melawan Takdir: Penyesalan Clara Shinta Usai Abaikan Petunjuk Istikharah Sebelum Menikah
Meski ada upaya mediasi dari pihak suami, Clara menyatakan bahwa luka di hatinya sudah terlalu dalam.
Baginya, memaafkan adalah satu hal, namun membangun kembali kepercayaan yang telah hancur adalah kemustahilan.
"Saya sudah maafkan, tapi hati wanita sudah sakit dan dikecewakan, sehingga sudah tidak ada timbul kepercayaan lagi. Itu hal yang saya sayangkan dari semua kejadian ini. Kami sama-sama saling membawa anak dan mereka adalah sumber kekuatan saya," bebernya.
Selain menempuh jalur perceraian, Clara Shinta juga bersiap mengambil langkah hukum lain.
Dia berencana melayangkan somasi kepada perempuan berinisial I, yang diduga menjadi lawan bicara suaminya dalam aksi asusila digital tersebut.
Kini, Clara fokus untuk mencari keadilan bagi masa depan dirinya dan kedua buah hatinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









