Berantas Hoax, Rossa Resmi Polisikan Sejumlah Akun Medsos

AKURAT.CO, Diva pop Indonesia, Rossa, mengambil langkah drastis dengan mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Jumat (17/4/2026).
Kehadirannya bertujuan untuk melaporkan rentetan akun media sosial yang diduga secara sengaja menyebarkan fitnah dan konten negatif demi meraup keuntungan finansial melalui sistem tautan afiliasi.
Didampingi tim hukumnya, Natalia Rusli dan Ikhsan Tualeka, penyanyi asal Sumedang ini mengungkapkan bahwa serangan terhadap dirinya bukan sekadar gosip biasa, melainkan sebuah operasi terorganisir yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjatuhkan reputasi seseorang demi clickbait.
Baca Juga: Lewat Video, Denada Tambunan Akui Ressa Rossano sebagai Anak Kandung yang Terpisah Sejak Bayi
Berdasarkan temuan manajemen, narasi buruk yang menyerang Rossa sengaja disebarkan oleh banyak akun secara seragam.
Hal ini dilakukan agar warganet terpancing mengklik unggahan tersebut, yang di dalamnya telah disisipkan tautan dagangan pribadi.
"Manajemen saya bilang bahwa kok ini malahan ada banyak buzzer, ada banyak clippers-clippers yang kemudian diberikan link-link untuk afiliasi. Jadi semacam clickbait, menjelek-jelekkan Rossa, tapi nge-lead-nya adalah untuk jualannya mereka pribadi. Kan itu tidak sehat," tegas pelantun "Terlalu Cinta" tersebut di Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026).
Rossa meyakini adanya aliran dana di balik pergerakan masif ini.
Menurutnya, penggunaan buzzer yang sistematis menunjukkan bahwa ini bukanlah aksi individu yang iseng semata.
"Kita berpikir bahwa, oh ini bukan individual, oh ini terorganisir. Karena kan kalau memakai buzzer artinya ada orang yang mendanai dan lain sebagainya," ujarnya.
Bagi Rossa, laporan hukum ini merupakan bentuk tanggung jawab moral.
Dia khawatir jika tindakan memfitnah demi konten dibiarkan, masyarakat akan menganggap perundungan siber (cyberbullying) sebagai hal yang wajar.
Dia pun memberikan analogi tentang persaingan bisnis yang tidak sehat untuk menggambarkan dampak buruk fitnah tersebut.
"Kalau misalnya ada UMKM atau warung yang tiba-tiba saingannya iseng nulis, 'saya makan di situ enggak enak,' padahal itu tidak benar, itu kan akan menjatuhkan reputasi warung makan itu. Berapa banyak orang yang kerja di situ akhirnya jadi drop atau tutup," jelasnya memberi gambaran.
Dia menambahkan sebuah pesan menohok bagi para pelaku.
"Jangan sampai hal seperti ini menjadi normal. Bahwa menjelekkan orang itu ya enggak apa-apa. Kalau kamu mau menjelekkan namamu sendiri ya silakan. Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan bukan hanya untuk pribadi saja, tapi mudah-mudahan ini bisa bermanfaat buat banyak orang juga," ucapnya.
Meski jalur hukum tetap ditempuh bagi akun yang membandel, pihak manajemen tetap memberikan apresiasi kepada puluhan pemilik akun yang telah meminta maaf dan menghapus konten setelah menerima somasi.
Ikhsan Tualeka selaku kuasa hukum menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari kampanye kecerdasan bermedia sosial.
"Ini demi kepentingan masa depan bangsa. Kita berharap dengan apa yang dilakukan ini, kita semua makin cerdas dalam bermedia sosial," tuturnya.
Baca Juga: Rossa Mulai Simpan Rekaman Suara Keluarga, Alasannya Ini
Menutup keterangannya, Rossa mengajak publik untuk lebih bijak membedakan antara masukan yang membangun dan serangan personal yang merusak.
"Kita bukannya anti kritik, tapi harus dibedakan mana kritik atau mana bullyan. Kritik tentunya harus diterima dengan baik, tapi kalau bullyan, mari kita bilang tidak untuk bullyan. Siapapun tidak berhak untuk di-bully," tutup Rossa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








