Akurat Logo

Cara Ampuh Menghilangkan Bau Apek di Handuk Mandi

Redaksi Akurat | 27 April 2026, 23:35 WIB
Cara Ampuh Menghilangkan Bau Apek di Handuk Mandi
Handuk

AKURAT.CO Handuk mandi yang sering dipakai kadang bisa jadi bau apek meskipun sudah dicuci.

Bau yang tidak sedap itu biasanya muncul karena handuk tidak benar-benar kering setelah dipakai, tertumpuk lembap di kamar mandi, atau jarang dicuci dengan benar. 

Bau apek ini bisa membuat kurang nyaman dan bahkan memengaruhi kebersihan tubuh kita sendiri. Berikut ini panduan lengkap cara ampuh membuat handuk mandi kembali segar tanpa aroma tidak enak.

Baca Juga: Andalkan Live Streaming, Handuk Legendaris Terry Palmer Catat 40% Penjualan dari Shopee Live

Kenapa Handuk Bisa Bau Apek?

Handuk yang basah dan tidak segera kering menyediakan tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Ketika bakteri itu berkembang, handuk akan mudah mengeluarkan bau yang khas dan kurang sedap.

Selain itu, jika handuk disimpan dalam kondisi lembap atau ditumpuk tanpa ventilasi yang baik, aroma apek juga makin cepat muncul.

1. Cuci Handuk dengan Air Panas

Air panas membantu membunuh bakteri penyebab bau yang menempel di serat handuk. Cuci handuk dengan air panas sesuai aturan labelnya agar tidak merusak bahan, lalu tambahkan detergen yang baik.

Pastikan kamu tidak mencampur handuk yang bau kuat dengan pakaian lain agar aroma tidak menular.

2. Gunakan Cuka Putih untuk Menetralisir Bau

Cuka putih adalah bahan alami yang sangat efektif menetralisir bau. Tambahkan setengah hingga satu cangkir cuka putih ke dalam mesin cuci pada siklus pembilasan tanpa detergen tambahan.

Cuka bekerja dengan memecah sisa sabun dan minyak yang bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri.

3. Taburkan Baking Soda Saat Mencuci

Selain cuka, baking soda juga bisa membantu menghilangkan bau apek dari handuk. Taburkan sekitar setengah cangkir baking soda ketika mencuci handuk bersama detergen. 

Baking soda akan membantu menyerap bau buruk dan membuat handuk lebih segar.

4. Perhatikan Waktu Pengeringan

Setelah dicuci, pastikan handuk dikeringkan dengan benar dengan mesin pengering maupun dijemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung. 

Sinar matahari membantu membunuh bakteri dan mengurangi kelembapan yang menjadi penyebab bau.

Handuk yang masih agak lembap sebaiknya tidak dilipat atau disimpan karena itu justru membuat bau apek lebih cepat muncul.

5. Bersihkan Mesin Cuci Secara Berkala

Mesin cuci yang kotor atau berjamur juga bisa menjadi sumber bau pada handuk. Jalankan siklus pembersihan mesin cuci dengan air panas dan cuka putih tanpa cucian di dalamnya setidaknya sebulan sekali untuk membersihkan residu sabun dan bakteri.

Mesin cuci yang bersih membantu memastikan handuk yang dicuci tidak menyerap bau lain dari drum.

6. Pisahkan Handuk Dengan Pakaian Lain

Jangan mencampur handuk bau kuat dengan pakaian lain saat mencuci karena aroma bisa berpindah. Cuci handuk secara terpisah dari pakaian harian agar bersih maksimal dan tidak ada bau yang tertinggal.

7. Ubah Kebiasaan Menggantung dan Menyimpan

Selalu pastikan kamu menggantung handuk di tempat yang bersirkulasi udara baik setelah dipakai. Hindari menggantung di tempat lembap seperti kamar mandi tanpa ventilasi.

Jika perlu, buka jendela atau pasang kipas agar handuk cepat kering.

Perawatan Rutin Supaya Handuk Tidak Bau

Agar handuk tetap segar:

  • Cuci handuk minimal dua kali seminggu jika sering digunakan.

  • Jangan biarkan handuk terlalu lama basah sebelum dicuci.

  • Jemur handuk sampai benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan.

Perawatan sederhana ini bisa mempertahankan aroma segar dan membuat handuk tetap nyaman dipakai.

Bau apek pada handuk mandi bisa diatasi dengan mudah jika kamu tahu caranya. Gunakan bahan alami seperti cuka putih dan baking soda, cuci dengan air panas, perhatikan cara menjemur dan menyimpan, serta jangan lupa membersihkan mesin cuci secara rutin.

Dengan langkah-langkah di atas dan kebiasaan yang benar, handuk mandi kamu akan selalu bersih, harum, dan bebas bau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R