Akurat Logo

Bukan Soal Cerita, Detail Mahkota di Perfect Crown Justru Picu Kemarahan Penonton Korea

Dani Zahra | 16 Mei 2026, 14:04 WIB
Bukan Soal Cerita, Detail Mahkota di Perfect Crown Justru Picu Kemarahan Penonton Korea
Byeon Woo Seok di Perfect Crown. (Allkpop)

AKURAT.CO Drakor Perfect Crown kembali menjadi sorotan publik Korea Selatan.

Namun kali ini, perhatian penonton bukan tertuju pada alur cerita atau chemistry pemainnya, melainkan detail mahkota yang dipakai karakter Yi Ahn saat resmi menjadi raja.

Karakter yang diperankan Byeon Woo Seok itu tampil mengenakan Guryumyeongwan dalam adegan penobatan di episode terbaru.

Mahkota tersebut memiliki sembilan untaian manik-manik di bagian depan dan belakang.

Baca Juga: Kim Jae Won Dirumorkan Duet dengan Park Eun Bin di Drakor Sageuk Romantis Baru

Bagi sebagian penonton internasional, detail itu mungkin terlihat biasa.

Namun bagi warga Korea Selatan, simbol tersebut dianggap sensitif karena berkaitan dengan sejarah hubungan Joseon dan China.

Dalam sejarah Korea, Guryumyeongwan digunakan raja Joseon ketika kerajaan masih berada dalam hubungan upeti dengan China.

Karena itu, banyak penonton menilai pemakaian mahkota tersebut tidak sesuai dengan latar Perfect Crown yang menggambarkan Korea sebagai negara monarki independen modern.

Tak sedikit warganet yang mempertanyakan riset tim produksi drama tersebut. Mereka menilai Yi Ahn seharusnya memakai Sipyiryumyeongwan, simbol kaisar dari kerajaan merdeka.

Kontroversi semakin ramai setelah terdengar seruan “Cheon-se” dalam adegan penobatan. Istilah itu dinilai memperkuat kesan bahwa kerajaan dalam drama masih berada di bawah pengaruh China.

Baca Juga: Kapan Perfect Crown Episode 5 Tayang? Ini Estimasi Waktu dan Update Terbarunya

Akibatnya, Perfect Crown dituding membawa simbol sejarah yang sensitif dan memicu perdebatan besar di media sosial Korea Selatan.

Meski menuai kritik, drama yang juga dibintangi IU ini tetap menjadi salah satu tontonan paling populer menjelang episode terakhirnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D