Gara-gara Hakim Tanya Identitas, Status Mualaf Dokter Richard Lee Kini Jelas

AKURAT.CO Dokter kecantikan sekaligus selebritas internet, dr. Richard Lee, resmi menjalani sidang perdana atas kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan dan Hak Konsumen. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, pada Kamis (18/6/2026).
Ada momen menarik yang mencuri perhatian dalam ruang sidang, yakni ketika status mualaf dr. Richard Lee dipertanyakan secara terbuka.
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukumnya, Faizal Hafied, yang menjelaskan bahwa pembahasan itu mencuat saat majelis hakim melakukan verifikasi data diri kliennya.
“Hakim mengklarifikasi soal identitas Richard. Dan untuk pertanyaan terkait keyakinan, Richard menjawab bahwa saat ini dia adalah seorang muslim,” ungkap sang kuasa hukum usai sidang.
Baca Juga: Khawatir Hakim Masuk Angin, Pihak Dokter Detektif Bakal Surati KY Kawal Richard Lee
Selain mendampingi proses administrasi identitas, Faizal menegaskan bahwa kehadiran tim hukum adalah untuk mengawal agar kasus hukum yang menjerat pemilik klinik kecantikan tersebut dapat berjalan dengan transparan dan adil.
“Kami hadir untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan. Kami punya niat baik membantu beliau mendudukkan perkara ini sehingga bisa tuntas secara terang benderang," katanya menambahkan.
Sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Dalam dakwaannya, JPU menyasar aktivitas usaha dr. Richard Lee yang bergerak di bawah bendera CV Athena Mandiri Grup.
Dia diduga kuat sengaja mengubah label kemasan pada produk kosmetik yang sebenarnya izin edarnya telah dibatalkan atau tidak memenuhi regulasi yang berlaku.
"Terdakwa memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu," ujar JPU dalam persidangan.
Baca Juga: Lengkapi Alat Bukti, Polda Metro Jaya Mintai Keterangan Istri dari Tersangka Dokter Richard Lee
Akibat tindakan tersebut, dr. Richard Lee terancam hukuman berat setelah JPU menjeratnya dengan pasal berlapis terkait regulasi kesehatan serta perlindungan konsumen.
"Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Penyesuaian Pidana," pungkas JPU.
Tak hanya itu, Richard juga dinilai melanggar Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Setelah pembacaan
dakwaan ini, sidang rencananya akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda penyampaian eksepsi atau nota keberatan dari pihak terdakwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








