Ruben Onsu Bulatkan Tekad Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Hasil Merenung di Tanah Suci

AKURAT.CO Perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci nampaknya menjadi titik balik krusial bagi Ruben Onsu.
Sepulangnya ke Tanah Air, presenter kondang ini langsung mengambil langkah hukum besar dengan membulatkan tekad untuk memperjuangkan hak asuh anak-anaknya di meja hijau.
Gugatan tersebut resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tepat satu hari sebelum Ruben mendarat di Indonesia.
Baca Juga: Pasrahkan Masalah Hidup di Depan Kakbah, Ruben Onsu Selipkan Doa Khusus untuk Buah Hati
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengisyaratkan bahwa keputusan final ini diambil sang klien setelah melalui proses perenungan spiritual yang mendalam di Mekkah.
"Jadi apa yang diputuskan oleh Ruben setelah dia ada di Tanah Suci melakukan umrah, mungkin dapat hidayah sehingga akhirnya dia menyetujui untuk gugatan itu didaftarkan," ujar Minola Sebayang dalam sesi wawancara melalui Zoom, Rabu (1/7/2026).
Minola membeberkan bahwa berkas gugatan sebenarnya sudah lama siap. Namun, instruksi eksekusi baru dia terima melalui telepon langsung dari Ruben pada Selasa pagi.
"Ternyata di tanggal 30 Juni 2026 pagi-pagi, saya ditelepon oleh Ruben dan dia mengatakan gugatan itu sudah bisa didaftarkan atau dijalankan," papar Minola.
"Makanya kemarin tanggal 30 Juni 2026, kami sudah mendaftarkan gugatan hak asuh anak itu melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan sudah diberi nomor register 756," timpalnya.
Langkah agresif ini diambil Ruben bukan tanpa alasan kuat.
Pihak Ruben merasa kesepakatan damai yang tertuang dalam Akta Notaris No. 39 pada Juni 2024 lalu mandek dan tidak direalisasikan oleh pihak mantan istri, Sarwendah.
Padahal, dalam akta tersebut diatur bahwa Ruben memiliki hak untuk berkumpul dengan anak-anaknya selama 2 hingga 3 hari dalam seminggu.
"Nah, ini kan tidak dijalankan, tidak direalisasikan kan begitu ya," tegas Minola.
Tak hanya soal waktu pertemuan yang dipersulit, Minola juga membongkar kegelisahan mendalam Ruben sebagai ayah kandung.
Ruben merasa keberatan dengan keterlibatan anak-anaknya dalam aktivitas komersial di media sosial yang dinilai berlebihan, serta kondisi lingkungan yang dianggap kurang kondusif.
"Selain itu kan juga ada alasan yang kemarin saya katakan itu, dugaan eksploitasi anak itu, dan juga lingkungan yang menurut Ruben tidak aman untuk pertumbuhan anaknya," tambahnya.
Mirisnya, niat baik Ruben untuk menegur hal tersebut justru berbuah respons yang kurang menyenangkan.
"Ketika dulu ketika anak-anak dilibatkan Ruben mengajukan keberatan sebagai ayah kandungnya, jawabannya kan tidak seperti apa yang diharapkan oleh Ruben gitu loh. Malah Ruben dikatakan ya jangan ikut campur hal-hal yang berkaitan dengan masalah pribadinya dia," terang Minola.
Sementara itu, Ruben Onsu yang ditemui di Bandara Soekarno-Hatta usai kepulangannya dari umrah memilih untuk tidak banyak bersuara dan menyerahkan segala urusan teknis kepada tim hukumnya.
Kini, genderang perebutan hak asuh anak antara Ruben dan Sarwendah resmi bertransformasi menjadi pertarungan hukum.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah bergerak cepat dengan menetapkan jadwal sidang perdana untuk perkara nomor 756 ini pada tanggal 15 Juli 2026 mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








