Onyo Dinilai Tak Cukup Awasi Adik-adiknya, Ini Alasan Sarwendah Tambah Tiket Konser Blackpink

AKURAT.CO Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, akhirnya angkat bicara meluruskan isu miring yang menyebut kliennya menekan pihak tertentu demi mendapatkan kursi tambahan di konser Blackpink.
Ia menegaskan bahwa mantan istri Ruben Onsu tersebut sama sekali tidak pernah melakukan pemaksaan, apalagi meminta fasilitas secara cuma-cuma.
Abraham mengungkapkan bahwa tiket konser pada awalnya memang hanya dibeli untuk tiga orang, yakni anak-anak Sarwendah serta sosok berinisial RO.
Baca Juga: Ruben Onsu Tak Ingin Betrand Peto Terseret Konflik Keluarga, Minta Onyo Tak Ikut Campur
Namun, dinamika berubah ketika RO mendadak berhalangan hadir, padahal sebelumnya sudah berjanji kepada anak-anak.
"Nah, kemarin disampaikan bahwa klien kami yang seolah-olah memaksa ingin mendapatkan satu kursi tambahan. Ini yang perlu kami jelaskan ya. Tiket awalnya dibeli hanya untuk tiga orang. Tiket dibeli hanya untuk tiga orang di situ untuk anak-anak dan RO awalnya ya. Tapi RO berhalangan hadir, kemudian klien kami menyampaikan, ‘Kamu yang janji kan sama anak-anak nonton Blackpink tapi kamu juga yang membatalkan,'" ujar Abraham Simon di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2026).
Absennya RO lantas memicu rasa cemas dalam diri Sarwendah. Ia merasa tidak tenang jika kedua putrinya hanya didampingi oleh Betrand Peto (Onyo) di tengah riuhnya kerumunan puluhan ribu penonton stadion.
Menurut pertimbangan keselamatan, satu orang pendamping dewasa tentu sangat riskan untuk mengawasi dua anak sekaligus.
"Kemudian ditanya, akhirnya karena RO tidak bisa, klien kami bertanya ‘Adi anak-anak hanya ditemani dengan Onyo?’. Logika berpikirnya begini, konser Blackpink itu kan ramai ya, ribuan orang di dalam stadion itu. Kalau hanya Onyo yang bersama dengan dua adik-adiknya, kalau salah satu mau ke toilet seperti apa? Apa mereka harus ditinggal salah satu di tempat duduk, apa harus diboyong semua? Nah, ini yang menjadi kekhawatiran klien kami,” tutur Abraham Simon.
Berangkat dari kekhawatiran naluriah seorang ibu, Sarwendah lantas berinisiatif menanyakan ketersediaan satu kursi tambahan yang lokasinya masih dalam satu baris (row) agar ada pendamping ekstra.
"Itu kenapa akhirnya klien kami bertanya ‘bisa enggak ada satu row lagi tempat duduk yang satu row?’ Benar klien kami bertanya,” ucap Abraham Simon.
Pihak kuasa hukum juga menyayangkan narasi yang beredar seolah-olah Sarwendah memanfaatkan situasi untuk meminta tiket gratis.
Abraham meluruskan bahwa kliennya bersedia menanggung penuh biaya tiket tambahan tersebut dari kantong pribadinya.
"Tetapi satu yang tidak dijelaskan oleh kuasa hukum RO, klien kami menjawab, bertanya, ‘enggak apa-apa aku yang bayar saja’. Ya. Jadi klien kami memang meminta untuk satu seat satu row, tapi klien kami yang akan bayar. Tujuannya apa? Supaya mendampingi orang yang pada saat itu misalkan bertiga kalau salah satu mau ke toilet salah satu tidak perlu ikut, ada yang menjaga,” beber Abraham Simon.
Baca Juga: Sarwendah Akui Mental Onyo Naik Turun
Mengakhiri penjelasannya, Abraham menegaskan bahwa langkah yang diambil Sarwendah semata-mata demi keamanan dan kenyamanan buah hatinya selama menikmati jalannya konser.
"Tujuannya baik dan maksudnya pun baik, mau membayar. Tapi kenapa lalu kemudian di-framing klien kami memberikan tekanan katanya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








