Utang Bank demi Bisnis Padel, Meisya Siregar Lega Bebi Romeo Gerak Cepat Batalkan Proyek

AKURAT.CO Tren olahraga padel yang tengah melanda masyarakat urban dan kalangan selebriti Tanah Air rupanya sempat memikat pasangan Meisya Siregar dan Bebi Romeo.
Pasangan ini bahkan hampir terjun ke bisnis penyewaan lapangan padel sebelum akhirnya memutuskan untuk batal di tengah jalan.
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya (@meisya__siregar), Meisya mengungkapkan kisah di balik keputusan besar tersebut. Ia tak menampik bahwa ketertarikannya membangun lapangan padel awal mulanya dipicu oleh rasa Fear of Missing Out (FOMO).
Baca Juga: Putra Bungsu Meisya Siregar Idap Autoimun ITP, Berawal dari Gejala Memar Usai Sembuh Sinus
Padahal, persiapan yang dilakukan pasangan ini sudah melangkah cukup jauh dan menelan biaya awal yang tidak sedikit.
"Dulu hampir FOMO membuat lapangan padel. Kami sudah membayar DP (uang muka) sewa tanah di kawasan Kemang. Kami juga sudah mendapatkan beberapa rekan investor, sudah mendesain logo, dan sudah melakukan pertemuan kesekian kalinya dengan pihak kontraktor," ungkap Meisya Siregar, Sabtu (15/8/2026).
Titik balik berhentinya proyek ini bermula saat Bebi Romeo berkonsultasi dengan rekannya yang merupakan pelopor padel di Indonesia.
Berkat diskusi mendalam mengenai risiko dan seluk-beluk bisnis tersebut, ditambah petunjuk dari salat istikharah, Bebi mengambil langkah tegas untuk membatalkan seluruh rencana investasi.
Keputusan spontan Bebi sempat memicu gesekan dalam rumah tangga mereka, mengingat Meisya saat itu sedang sangat bersemangat.
"Saya sempat bertengkar dengan suami saya karena bisnis itu adalah impian saya pada waktu itu," aku Meisya.
Namun, seiring berjalannya waktu, rasa amarah dan kecewa Meisya berubah menjadi kelegaan luar biasa.
Pasalnya, modal besar yang hendak mereka kucurkan untuk proyek padel tersebut berasal dari pinjaman bank, bukan dana cadangan atau "uang dingin."
"Malah sekarang saya bersyukur Tuhan masih melindungi kami dengan batalnya bisnis padel tersebut. Dengan modal sebesar itu, Break Even Point (balik modal) mungkin baru bisa tercapai dalam lima tahun. Jika dipaksakan, mungkin saat ini kami sedang mengalami stres berat dan depresi, karena modal yang dipakai bukan uang dingin, melainkan uang pinjaman bank," paparnya.
Baca Juga: Nilai Positif dari Virus Corona untuk Keluarga Meisya Siregar
Pengalaman berharga ini melunakkan ego Meisya dan menjadikannya jauh lebih rasional serta berhati-hati dalam berinvestasi.
Kendati sempat trauma dengan potensi risiko finansial dari proyek skala besar, ia tidak sepenuhnya mematikan jiwa wirausahanya.
Kini, Meisya mulai membuka diri untuk peluang baru dengan pendekatan yang jauh lebih tenang tanpa dorongan ambisi berlebih.
"Sudah cukup membicarakan bisnisnya, membuat pusing. Minggu depan saya berencana mengadakan pertemuan dengan seorang Business Development di Bandung," tulisnya di Threads.
Tanpa beban target yang memicu stres, presenter kondang ini memilih untuk menyerahkan segalanya pada ketentuan Yang Maha Kuasa.
"Doakan saja, kalau memang berlanjut ya dilanjutkan, kalau tidak ya saya sudah ikhlas. Tuhan pasti memberikan ketentuan yang terbaik. Amin," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








